Catat!, Ini Warning Kepala Kansilog Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat!, Ini Warning Kepala Kansilog Bone

ilustrasi

WATAMPONE, RB—Pihak Bulog memberikan kelonggaran waktu bagi BH, oknum sekuriti Gudang Bulog Apala untuk melunasi dana raskin yang diduga digelapkan.

Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Bone, H Amir Sube atas persetujuan pimpinannya yang berkedudukan di Wajo, BH diberi waktu sepekan untuk mengembalikan seluruh dana raskin yang diduga digelapkan berjumlah Rp1 miliar.

“Kami sudah konsultasikan dengan pimpinan di Kabupaten Wajo. Pimpinan kami memberikan kesempatan untuk mencari uang. Kalau memang dalam waktu satu minggu ini tidak mampu melunasi, tergantung pimpinan kami.Apakah diserahkan ke ranah hukum atau bagaimana. Kami serahkan ke kasubag di Kabupaten Wajo. Kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Makanya kami sampaikan kepada pimpinan di Kabupaten Wajo,” kata Amir Sube kepada RADAR BONE, Kamis 2 Februari kemarin.

Lanjut Amir, pemberian kelonggaran waktu selama sepekan itu atas permintaan BH. BH, sambung Amir BH kini sementara mengumpulkan uang untuk melunasi dana yang digunakan yang kini tersisa Rp500 juta. “Makanya, kami terus mendesak agar sisa pembayaran Rp500 juta itu bisa dilunasi dalam Minggu ini,” terang Amir Sube,

Sebelumnya pihak Kansilog Bone memberi tenggat waktu kepada BH untuk membayar seluruh uang yang diduga dimainkan hingga tanggal 31 Januari lalu. Namun karena uang BH belum terkumpul, sehingga tenggat waktu pelunasan diperpanjang selama sepekan.

BH yang bertugas di Gudang Bulog Apala Kecamatan Barebbo itu selama ini ditugaskan membantu satuan kerja bulog menangani administrasi berita acara penyerahan raskin pada lima kecamatan. Dia sekaligus menerima dana tebus raskin dari warga miskin. Namun sayangnya, dia malah mengantongi uang tersebut untuk keperluan lain.
Belang BH tercium sejak Amir Sube masuk bertugas di Kansilog Bone menggantikan Umar Said.

“Karena saya masuk Mei dan memeriksa catatan akhir-nya kami telusuri. Dan tenyata ini ulah BH. Kami langsung berikan peringatan pada sejak Juni lalu,” bebernya.

Total dana raskin yang diduga digelapkan oknum BH tersebut mencapai Rp1 miliar lebih.
Dana tersebut merupanan dana tebus raskin mulai Januari hingga April 2016 yang meliputi lima kecamatan, yakni Barebbo, Cina, Tonra, Mare, dan Sibulue.

To Top