Catat!, Pekan Ini Muhlis Jalani Rekonstruksi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Catat!, Pekan Ini Muhlis Jalani Rekonstruksi

Oknum polisi, Muhlis bersama tunangannya Any

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB–Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone dalam waktu dekat akan menggelar rekonsruksi terkait kasus pembunuhan calon bidan cantik, Hamawati binti Anwar Dolla (21). Sejauh ini, Bripda Muhlis yang tak lain adalah pacar korban masih menjadi satu-satunya yang diduga sebagai pelaku tunggal kematian alumni Akbid Syekh Yusuf Gowa itu.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan, pekan ini akan dia lakukan gelar rekonstruksi guna kelengkapan berkas pelaku.

“Kami sudah agendakan. Namun tertunda karena ada perintah ke Makassar. Setelah saya pulang akan dilakukan rekonstruksi dan diupayakan pekan ini,” katanya. Dia menambahkan atas perbuatan keji tersebut, Muhlis dijeratPasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara.maksimal 15 tahun.

Sementara pihak korban mendesak Polres Bone agar segera menuntaskan kasus tersebut. Tak hanya itu, mereka juga menginginkan pelaku dihukum mati atas perbuatannya yang tega menghabisi nyawa gadis asal Desa Tinanggea Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara itu.

Bahkan, ibu korban bernama Sia (60) dikabarkan akan mendatangi Mapolres Bone untuk mendesak penuntasan kasus tersebut. Ibu korban akan didampingi kerabat dekat dan aktivisi mahasiswa.
“Keluarga dan mahasiswa dari Makassar juga rencananya akan datang ke Bone meminta ketegasan polisi mengusut tuntas kasus ini. Belum jelas kapan berangkat ke Bone. Yang jelas kalau kesehatan ibu sudah membaik, kami akan berangkat ke Bone,” tutur Anty kerabat dekat korban.

Anty menuturkan ibu korban baru baru diberi tahu perihal kematian Arma, tiga setelah calon bidan itu dimakamkan. Setelah mengetahui anak satu-satunya tewas di tangan sang pacar, Sia pun geram dan tak terima jika pelaku tidak dihukum berat.
“Ibunya baru diberi tahu kalau Arma tewas dibunuh tiga hari setelah korban dimakamkan. Sebelumnya kami beralasan korban mengidap sakit diare karena takut sakitnya makin parah,” tambahnya.
Sementara itu teman kuliah korban, Kiky yang dikonfirmasi mengatakan sebagai bentuk dukungan dia bersama dengan sejumlah alumni Akbid Syekh Yusuf Gowa, siap mendatangi Mapolres Bone bersama orangtua korban.
“Saya siap datang bersama teman jika dibutuhkan. Ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap almarhum,” katanya.

*ASKAR SYAM

To Top