Cerita Dibalik Meninggalnya Ashar Diterjang Air Bah di Maccading – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Cerita Dibalik Meninggalnya Ashar Diterjang Air Bah di Maccading

Korban air bah di Air Terjun Maccading, Ashar terlihat berusaha menggapai tangan rekannya, Andri.

Korban Melihat Penampakan Ular

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB–Saat musibah air bah tumpah di lokasi obyek wisata Maccading, Desa Ulaweng Cinnong, Kecamatan Ulaweng, Ashar Saputra tengah berdiri pada sebongkah batu tanpa mengenakan baju alias bertelanjang dada.
Bongkahan batu yang dipijak sudah tak kelihatan karena terendam arus sungai. Sementara itu, dua rekannya juga berpijak pada bongkahan batu yang lain. Jarak keduanya cukup dekat. Namun sulit saling meraih tangan.
Takkala arus sungai semakin deras. Rekan-rekan Ashar pun berteriak meminta korban segera melompat dan meraih tangan yang diulurkan.

Detik-detik peristiwa Ashar berusaha meraih tangan rekannya terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 9 detik. Video ini diperlihatkan salah seorang guru korban saat ditemui RADAR BONE di kediaman korban di Macanang, Selasa 15 November kemarin.
Dalam gambar yang diperkirakan diambil dari video smarphone ini, terlihat sangat jelas gambar diambil oleh pengunjung lain yang berdiri di daratan di sisi sungai.

Korban yang berdiri sendirian di atas batu terlihat jelas berusaha menggapai tangan rekannya yang berdiri pada batu lain di depannya. Sementara air terjun yang berada tak jauh dari posisi keduanya jatuh bermuruh bersama derasnya air sungai.
Rekan korban bernama Andri terlihat berusaha untuk menyelamatkan Ashar, akan tetapi air bah lebih cepat datang, sehingga usaha pertolongan tidak berhasil.

“Pada saat itu, Andri minta Ashar untuk melompat, akan tetapi Ashar takut karena melihat di depannya ada ular. Tapi teman-temannya justru hanya melihat air. Tidak ada ular,” tutur Mirnawati, kakak Ashar Saputra menirukan cerita Andri, saat ditemui di kediamannya, Selasa, 15 November kemarin.

Karena seolah melihat ular di depannya, Ashar pun takut melompat untuk meraih tangan yang diulurkan Andri.
Pada detik 0-8 terlihat jelas, bagaimana Andri dan rekannya berusaha meraih tangan Ashar. Tapi setelah itu, gambar video sudah tak fokus.
Yang terlihat cuma gambar gelap disertai suara teriakan dan kumandang istigfar. Pun terdengar suara pengunjung menyebutkan ketinggian air terus bertambah. Dari suara teriakan histeris pengunjung yang terekam dalam video itu menggambarkan, bahwa korban akhirnya terseret arus hingga dua hari kemudian baru ditemukan mayatnya.

*ASKAR SYAM

To Top