Cerita Nurdalia, Jemaah ‘Haji Filipina’ Selama Ditahan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Cerita Nurdalia, Jemaah ‘Haji Filipina’ Selama Ditahan

Diperlakukan Baik, Kerap Dapat Bantuan Makanan Dari Muslim Filipina

Ditahan di Filipina adalah mimpi buruk bagi Nurdalia Binti H Wewang. Betapa tidak, disaat dirinya hendak menuju ke pesawat untuk terbang ke tanah suci, Petugas imigrasi setempat langsung menahan rombongannya karena ketahuan menggunakan paspor palsu.

PENULIS : ARDI BIN WARIS

Saat disambangi penulis di kediamannya, di Dusun Telle Barat, Desa Telle, Kecamatan Ajangale. Nurdalia memilih berdiam diri di rumah panggung miliknya. Ibu dua anak ini meng-aku malu untuk keluar rumah, karenanya rencananya berhaji bermasalah yang berujung penahanan dirinya di Filipina.

“Mungkin ini sudah garis tangan saya. Mau bagaimana lagi. Ini sudah nasib. Kalau malu pasti ada,” ujar Nurdalia kepada penulis, Senin 5 September kemarin. Nurdalia juga awalnya enggan diambil gambarnya dengan alasan malu.
Namun demikian, Nurdalia cukup antusias saat diajak bercerita soal pengalamannya selama ditahan di Filipina. Nurdalia sempat syok waktu awal ditahan. “Pastilah terkejut, karena niat kita mau naik haji tapi kita ditangkap di bandara,”ceritanya.

Tapi ketakutan bercampur cemas itu tak berlangsung lama. Dia mengaku hanya ditahan dua hari di Kantor Imigrasi Filipina. Setelah itu, dirinya dibawa ke Kantor KBRI di Filipina. Selama berada di KBRI di Filipina, Nurdalia Cs mengaku diperlakukan dengan baik. Bahkan, ada beberapa warga muslim Filipina yang simpati dengan nasib mereka dengan cara memberikan bantuan makanan.”Kami diperlakukan dengan baik. Warga Filipina yang muslim juga beri kami makanan,”bebernya.

Cuma yang membuat Nurdalia kesulitan adalah ketidakmampuan untuk berbahasa asing. Untungnya, kata dia ada diantara 177 yang ditahan bisa berbahasa Inggris. “Untung ada yang bisa bahasa Inggris, sehingga kami bisa berkomunikasi dengan warga Filipina,” jelas Nurdalia.

Setelah mendapat kabar akan dipulangkan, kegembiraan Nurdalia dan kawan-kawan memuncak. “Senang sekali setelah kami dengar kalau kami akan dipulangkan, karena sebelumnya kami takut, kalau kami akan ditahan lama di Filipina,” ungkap Nurdalia.
Kini Nurdalia bisa bernafas lega, karena sudah bisa berkumpul dengan keluarga setelah dirinya dipulangkan dari Filipina bersama jemaah ‘Haji Filipina’ lainnya. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang hasil bumi ini belum melakukan aktivitas rutin seperti biasa. (*)

 

To Top