Ciri-ciri Jekkong, Spanduk IYL-Cakka Terpasang di Masjid Pemda Luwu – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ciri-ciri Jekkong, Spanduk IYL-Cakka Terpasang di Masjid Pemda Luwu

RADARBONE.CO.ID–Pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel berlomba-lomba menggaet simpati masyarakat pada momen Ramadan kali ini. Kendati demikian, cara-cara yang dilakukan kerap tak sesuai aturan.

Hal tersebut terjadi pula di Kabupaten Luwu. Spanduk pasangan calon Gubernur-calon Gubernur Sulsel nomor urut empat, Ichsan Yasin Limpo terpampang jelas di pagar rumah ibadah.

Tepatnya, spanduk yang nyata-nyata menampilkan IYL-Cakka bersama istrinya dipasang di pagar Masjid Pemda Luwu. Daerah itu memang menjadi basis Cakka. Tak mengherankan, sebab Cakka, panggilannya menjadi bupati selama dua periode. Namun, hubungannya dengan IYL tentu tak bisa terlepas dengan momeb Pilgub Sulsel.

Spanduk tersebut berkedok ucapan selamat menunaikan ibadah puasa. Ada pula kalimat ajakan untuk melaksanakan perintah puasa dengan penuh keikhlasan.

Niat tersebut memang baik dan mulia, tetap melanggar norma yang berlaku. Hal tersebut menjadi catatan kecurangan atau tindakan jekkong. Sebab, menyerang pasangan lain melakukan politisasi rumah ibadah, tetapi ternyata melakukan sendiri.

KPU RI pun telah melarang pemanfaatan rumah ibadah sebagai sarana kampanye politik praktis. Peraturan KPU tak membenarkan terjadinya hal tersebut, utamanya dalam masa kampanye.

“Kalau tempat ibadah kan kita tidak boleh bicara politik praktis, Kita harus membuktikan Sulsel ini tidak lagi berada di zona merah sebagaimana yang distigmakan hari ini, karena itu kita harus menjaga keharmonisan pilkada ini l,” ujar Ketua KPI Sulsel, Iqbal Latif usai acara Deklarasi Menolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah Sebagai Kampanye pada Pilkada Serentak, di Makassar, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan yang sama, Iqbal pun menegaskan, langkah tegas tentu akan dilakukan dalam menindaki hal tersebut. Di sinilah, peran Bawaslu untuk menjaga keterlaksanaan pilkada sesuai aturan yang berlaku.

“Pastinya Bawaslu akan mengawasi kampanye. Kalau sanksi tentu dilihat dan itu menjadi kajian Bawaslu,” tuturnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top