Daftar Sekarang, Menunggu 30 Tahun – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Daftar Sekarang, Menunggu 30 Tahun

Jemaah yang tergabung dalam kloter pertama berkumpul di aula Islamic Centre Watampone, sebelum dilepas secara resmi oleh Bupati tahun lalu.

DAFTAR TUNGGU HAJI DI BONE CAPAI 18 RIBU

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Antusiasme warga Bumi Arung Palakka untuk berangkat berhaji cukup tinggi. Pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone mencatat 18 ribu orang telah masuk dalam daftar tunggu. Sementara kuota haji hanya berkisar 600-an setiap tahun. Tahun ini saja, cuma 559 calon jemaah haji yang diberangkatkan ke tanah suci.

Untuk berangkat menunaikan haji ke tanah suci Mekkah, ternyata tak dibutuhkan kemampuan finansial dan kekuatan fisik semata. Tapi lebih dari itu, juga dibutuhkan kesebaran yang tinggi.
Betapa tidak, meski sudah menyetor ongkos naik haji (ONH). Tidak serta merta mendapat porsi untuk diberangkatkan.
Pasalnya, pendaftar yang sudah masuk dalam daftar tunggu kini sudah mencapai 18 ribu orang. Sementara yang bisa dibe-rangkatkan setiap tahun hanya berkisar 600-an orang. Sebagai gambaran, tahun ini saja, hanya 559 calon jemaah haji yang siap di-terbangkan ke tanah suci. Mereka yang dipastikan berangkat tahun adalah calon jemaah haji yang sudah mendaftar dalam kurun waktu November 2008-Januari 2009.

“Calon jemaah haji yang dipastikan berangkat tahun ini, adalah mereka yang mendaftar mulai bulan November 2008 hingga tanggal 7 Januari 2009. Tahun depan, berdasarkan de-ngan hitungan CJH yang akan berangkat adalah yang mendaftar dari tanggal 7 Januari 2009 sampai 25 Februari 2009. Jadi pergeserannya hanya sedikit, karena kami memiliki kuota terbatas, sedangkan jumlah daftar tunggu di Kabupaten Bone sudah mencapai 18 ribu orang. Rata-rata pendaftar haji setiap bulannya sebanyak 50 orang,” jelas Sultan Saifuddin, SAg, Petugas Sistem Komputer dan Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone.
Adapun kalangan yang mendominasi keberangkatan haji tahun ini, kata Sultan masih didominasi petani. Dimana calon jemaah haji dari kalangan petani mencapai 80%. Sedangkan sisa 20% terbagi kalangan PNS, wira-swasta dan pelajar.
Dari 559 CJH yang mendapat porsi untuk diberangkatkan tahun, sebanyak 26 CJH diantaranya batal berangkat, karena belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Alasan mereka tidak melunasi BPIH, lanjut Sultan pun bermacam-macam. Mulai alasan faktor ke-sehatan, hamil dan lain-lainnya.

Untuk mengisi kekurangan kuota tersebut, atas petunjuk pemerintah pusat, pihak Kantor Kemenag Bone mencari pengganti, yakni dari pendaftar usia lanjut. “Jadi untuk menentukan pengganti dari usia lanjut ini, kami melakukan perangkingan. Mulai dari usia 75-83 tahun dirangkin berdasarkan dengan nomor urut porsinya dan usianya,” beber Sultan. Para CJH berusia lanjut ini, kata Sultan selanjutnya mendapat jatah pendamping satu orang, yakni anak kandung, suami hingga adik kandung. Kalaupun lansia tak memiliki pendamping juga tidak ada masalah, namun harus ada rekomendasi kesehatan,” paparnya.
Selanjutnya, kata Sultan pendamping lansia juga harus terdaftar sebagai peserta haji.

“Kalau berdasarkan dengan aturan, pendamping lansia telah mendaftar haji dari tahun 2009 sampai 31 Desember 2013. Jadi pengganti disini dirangkin berdasarkan porsi. Jadi di sini tidak istilah manipulasi data, karena yang menentukan adalah pusat, kita di kabupaten hanya mengusulkan nama-nama saja,” kunci dia.

*ASKAR SYAM

To Top