Dana Desa Digasak Maling, Kades Harus Bertanggung Jawab – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dana Desa Digasak Maling, Kades Harus Bertanggung Jawab

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kasus dana desa raib diduga digasak maling terus berulang. Sejauh ini, kepala desa sebagai pihak yang bertanggung Jawab seolah lepas tangan. Kasus mobil milik kades dibobol maling kembali terjadi. Kali ini, menimpa Kepala Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Andi Jamaluddin ST, Rabu,11 Oktober kemarin sekira pukul 12.00 Wita.

Informasi yang dihimpun RADAR BONE di TKP, menyebutkan kejadian tersebut bermula saat korban baru pulang dari bank mencairkan dana desa sebesar Rp100 juta.

Setelah itu, korban lalu menuju ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bone yang terletak di Jl Kawerang Watampone. Baru sekira 10 menit di kantor Dinas PMD, korban kemudian keluar menuju mobil dan menemukan kaca mobil sudah pecah. Dana desa yang disimpan di laci mobil pun raib.

“Sekuriti baru mendekat setelah korban menyampaikan kalau hilang uangnya. Tidak ada yang melihat pelaku. Waktu kejadian saya sedang makan di penjual bakso nanti orang berkumpul baru ke lokasi,” kata Dewi, seorang warga. Korban diduga kuat diikuti pelaku dari arah belakang.

“Kemungkinan pelaku mengikuti dari belakang,” tambahnya. Pasca kejadian korban mendatangi unit SPKT Polres Bone guna melaporkan kasus yang menimpanya.

“Sudah ada laporannya masuk, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Iptu Adenan, Paur Sub Humas Polres Bone..

Kejadian dana desa raib di atas mobil kades mengundang sorotan berbagai kalangan.
Praktisi Sosial, Rahman Arif meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. “Apa benar digasak maling ini yang perlu ditelusuri polisi,” ungkap Rahman.

Kalaupun uang itu benar digasak pencuri, maka kepala desa selaku korban tidak boleh lepas tangan.
“Itu uang desa (Dana desa) dan wajib dipertanggungjawabkan. Artinya harus diganti karena ini masuk kelalaian,” tegasnya.

Senada diungkapkan Dharmawansyah. Dia menyebutkan perlu penelusuran mendalam terkait rentetan kasus pencurian dana desa yang baru dicairkan oleh oknum kepala desa.

Dia juga meminta inspektorat turun tangan untuk mengawasi pertanggungjawaban dana desa tersebut.
“Sesenpun penggunaan dana desa harus dipertanggungjawabkan. Khusus dana desa yang digasak maling, kepala desa yang mencairkan harus bertanggungjawab mengganti uang yang hilang itu,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi juga menegaskan, kepala desa yang bersangkutan tidak boleh lepas tangan. “Tetap harus dipertanggungjawabkan. Karena itu uang negara,” ungkapnya.

Suaedi menambahkan, program desa tidak boleh dikorbankan hanya karena alasan dana desa tersebut diduga digondol maling.

“Yang menjadi pertanyaan juga, kenapa kepala desa yang langsung cairkan. Kenapa tidak didampingi bendahara atau sekretaris desa. Yang parah lagi, kalau dana itu dicairkan tidak melalui rekening desa, tapi melalui rekening kepala desa,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat itu, juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas kejadian tersebut.
“Di sini juga ada kelemahan pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait dalam hal pengawasan. Ini perlu menjadi pembelajaran agar tidak terulang kejadian serupa berikutnya. Ke depan harus ada pengawasan dan pengawalan ketat bagi kepala desa maupun perangkat desa yang mencairkan anggaran dana desanya,” tegasnya.
Pengamat Pemerintahan, Ali Anas SSos, MSi menambahkan Inspektorat Daerah bisa turun tangan terkait raibnya dana desa yang diduga digasak maling.

“Inspektorat dapat merekomendasikan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penelitian dan jika terjadi kecurian itu berarti harus dikembalikan sebab dalam pertanggung jawaban uang rakyat tidak mengenal istilah kecurian” kata Ali Anas.

Kasus dana desa raib bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, kasus serupa menimpa Kamaruddin, Kepala Desa Tompo Bulu, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Jumat, 13 Mei 2016 sekira pukul 14.30 Wita.

Saat kejadian, Kamaruddin mengaku kehilangan Rp150 juta dana desa yang baru dicairkan di bank. Dana desa tersebut ia simpan di dalam mobil. Namun saat turun membeli rokok di salah satu pusat perbelanjaan, uang pun hilang diduga digasak maling. Kamaruddin mengaku tak mengunci pintu mobil sebelum turun.

Kasus ini telah ditangani Polres Bone setelah korban melaporkan kasus tersebut pasca kejadian.
Namun sejauh ini belum ada kejalasan siapa yang bertanggungjawab atas hilangnya uang tersebut, termasuk penggantian dana desa yang raib diduga digasak maling.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top