Data Penerima Tak Akurat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Data Penerima Tak Akurat

ilustrasi

Penyaluran Dana PIP 2016 Berlarut-larut

WATAMPONE, RB–Data penerima yang tidak akurat, membuat penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2016 tak kunjung tuntas. Pihak sekolah pun kesulitan dalam mengawal penyaluran dana bagi siswa kurang mampu tersebut. Pihak sekolah mengakui beberapa penerima dana PIP bermasalah, karena datanya tidak singkron dengan data yang dimiliki. Sejumlah penerima PIP malah tak lagi terdaftar di sekolah alias sudah pindah, bahkan ada yang sudah tamat.

Kepala SMPN 4 Watampone, Dra Hj Rosadi mengatakan dirinya tidak mengetahui persis data siswa yang menerima PIP di sekolahnya. Pasalnya, guru yang diberi wewenang menangani penyaluran dana PIP, yakni bagian kesiswaan sudah pindah tugas.

“Mengenai persoalan ini (Penyaluran dana PIP) saya tidak tahu sama sekali, karena yang mengurusi ini bagian kesiswaan, dan kebetulan di sini (SMPN 4 Watampone) bagian kesiswaan yang menangani sudah pindah tugas,” jelasnya.

Bendahara SMPN 4 Watampone, Anang Krisnandar, SPd menambahkan penyebab berlarut-larutnya penyaluran dana PIP di sekolahnya, karena adanya sejumlah siswa yang telah berhenti atau keluar dari sekolah, masih terdata sebagai penerima dana PIP.

“Tidak hanya itu, ada juga yang telah keluar bahkan sudah tamat,” bebernya.
Hal senada diungkapkan Wakasek SMPN 1 Watampone Abustang. Menurut dia, data penerima PIP tahun 2016, banyak yang tidak singkron dengan data sekolah.

“Karena ada sejumlah siswa yang telah keluar dan tamat masih masuk dalam daftar penerima bantuan PIP.
Tidak hanya itu, kewenangan sekolah dalam proses pencairan dana PIP di bank itu hanya sebatas memberikan rekomendasi, mengenai proses pencairannya di bank dilakukan sendiri oleh siswa bersama orangtua atau walinya,” jelas Abustang. Tak hanya itu, sambung Abustang, pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (PIP), beberapa waktu lalu, dilakukan di desa.

“Selain itu, penerima bantuan PIP, kartunya didistribusikan langsung ke desa bukan ke sekolah,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terdapat 15.874 siswa tercatat sebagai penerima dana PIP di daerah ini.

Hanya saja, dana yang tersalur baru menyentuh kepada 12.665 siswa atau 79,8%. Dengan demikian, masih terdapat 3.209 siswa yang belum menikmati dana PIP.

Tak hanya Kabupaten Bone, beberapa daerah tetangga yang berada di wilayah Bosowasi juga mengalami hal serupa. Di Sinjai misalnya, masih terdapat 424 siswa dari 4.917 siswa.

Kemudian Soppeng ada 1.597 siswa dari 3.450 siswa dan Wajo tersisa 1.169 siswa dari total 7.203 siswa.
Besar bantuan dana PIP yang disalurkan pemerintah kepada siswa kurang mampu bervariasi.
Untuk siswa kelas VII dan VIII dana yang diterima Rp750.000 per orang, Sedangkan siswa kelas IX sebesar Rp375.000.

To Top