Debt Collector MAF Diduga Tipu Nasabah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Debt Collector MAF Diduga Tipu Nasabah

ilustrasi

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Debt Collector perusahaan pembiayaan MAF Cabang Bone diduga melakukan upaya penipuan dalam melakukan penarikan sepeda motor milik nasabah yang dalam masa jatuh tempo. Salah seorang nasabah MAF Cabang Bone bernama Adeh yang sedang mengendarai sepeda motor merek Yamaha X Ride berwarna biru menuju ke kampusnya, Selasa 23 Agustus kemarin sekira pukul 15.00 Wita jadi korban aksi debt collector. Ceritanya, saat dalam perjalanan, Adeh diikuti dua orang debt colletor.

Di tengah jalan dia dicegat, kemudian kedua debt collector meminta Adeh mengikutinya ke Kantor MAF. Alasannya, ada surat-surat yang hendak diberikan oleh pihak pembiayaan.
Tanpa curiga, korban pun mengikuti debt colletor. Namun sesampai di Kantor MAF yang terletak di Jl Ahmad Yani Watampone. Pihak pembiayaan meminta motor dan kuncinya dengan alasan ingin mengecek nomor rangka motor.
Adeh pun menurut saja. Setelah menunggu sekira 30 menit, Adeh pun meminta motornya kembal. Tapi pihak pembiayaan enggan menyerahkan. Malah Adeh diminta untuk membayar tunggakan cicilan motornya.

“Adik saya menunggu namun pihak pembiayaan malah menahan motor tersebut dan meminta untuk dibayar, ini merupakan upaya penipuan,” kata kakak korban, Indra kepada RADAR BONE pasca kejadian.
Indra menambahkan, perusahaan pembiayaan seharusnya berbenah dan jangan hanya mencari keuntungan semata.
Pasalnya motor tersebut, kata dia telah lunas 70%. Sehingga sebagian besar kendaraan tersebut sudah menjadi hak konsumen.

“Jangan dirampas begitu saja. Karena semua ada aturan mainnya. Coba belajar dulu undang-undang fidusia,” terang Indra.
Salah seorang karyawan MAF Bone, Herman yang dikonfirmasi RADAR BONE membenarkan adanya penarikan kendaraan roda dua yang dilakukan debt collector dari Makassar.
“Motor yang bersangkutan sudah lima bulan menunggak. Mengenai prosedur penarikan saya tidak paham secara pasti karena yang melakukan dari Makassar,” katanya.

Penarikan motor menunggak, kata Herman tidak menge-nal tenggat waktu. Bahkan bisa saja baru sepekan me-nunggak jika pemilik tidak mampu melunasi kredit maka langsung diambil.
“Sepekan menunggak sudah bisa diambil. Kalau pemilik membayar kredit motornya bisa diambil kembali,” tutupnya.

*ASKAR SYAM

To Top