Desa Ramai-ramai Pengadaan Ambulance – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Desa Ramai-ramai Pengadaan Ambulance

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pemerintah desa ramai-ramai menganggarkan pengadaan ambulance. Hanya saja, kehadiran ambulance desa ini lebih kerap digunakan kepala desa dan perangkatnya.

Tak sulit dijumpai ambulance desa berseliweran di dalam kota. Ambulance desa kerap ditemukan parkir di kantor daerah, kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) hingga warung kopi. Padahal sejatinya, ambulance disiagakan di desa untuk mengantisipasi sewaktu-sewaktu ada yang membutuhkan.

“Bisa dibayangkan jika ambulance ini ada di kota. Sementara warga di desa membutuhkan kehadiran ambulance dalam waktu cepat untuk mengangkut pasien gawat,” kata Rahman Arif, Praktisi Sosial.

Anggaran pengadaan mobil ambulance tersebut, bersumber dari Dana Desa (DD). Kendaraan ini, seyogyanya dapat mempermudah dan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama di desa-desa terpencil. Namun kenyataannya banyak kepala desa yang diduga menguasai mobil tersebut. Belum lagi, mobil tersebut tak didesain layaknya ambulance secara umum.

Tidak ada tempat pembaringan untuk pasien. Rata-rata ambulance masih menggunakan interior layaknya mobil pribadi.  Informasi yang dihimpun RADAR BONE, jenis mobil yang digunakan kepala desa untuk ambulance cukup bervariarsi. Mulai dari Toyota Avansa, Calya, Suzuki APV dan minibus merek lainnya.  Misalnya di Desa Lattekko, jenis mobil yang dibeli yakni Toyota Sigra. Sementara Pemerintah Desa Cabbeng lebih memilih Suzuki APV.
Di Desa Bainang Kecamatan Palakka, jenis mobil yang digunakan adalah Toyota Avansa. Hal yang sama digunakan Desa Balle, Kecamatan Salomekko. Ada juga yang memilih Toyota Sienta.

“Harusnya pemerintah desa memanfaatkan fasilitas mobil ambulance ini dengan sebaik-baiknya. Perawatan aset tersebut juga harus diperhatikan,” kata Rahman Arif.

Ia juga meminta agar seluruh penggunaan dana desa dipertanggungjawabkan dengan baik. Sehingga tak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

“Jangan lupa setiap penggunaan dana desa harus dipertanggungjawabkan. Saya berharap tak ada kades ataupun perangkat desa yang nantinya tersangkut perkara hukum,” tandasnya.

“Khusus ambulance desa ini, harusnya dikaji apakah sudah tepat kepala desa dibolehkan untuk pengadaan ambulance. Jangan sampai pengadaan mobil ini hanya kedok dan justru digunakan untuk mobil pribadi kepala desa, ” tambah Rahman Arif.

Sejumlah kepala desa yang dikonfirmasi RADAR BONE menampik jika ambulance di desanya dikuasai secara pribadi.  Kepala Desa Bainang, H Kahar mengatakan kehadiran mobil layanan sosial di wilayahnya sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat desa.

Diakui Kahar, ambulance desa tersebut kerap digunakan aparat desa namun itu bersifat untuk kepentingan operasional desa. “Tenang, tidak ada itu digunakan untuk bersifat pribadi kades, semua untuk kepentingan sosial melayani keperluan masyarakat di Desa Bainang,” ujar Kahar, Senin, 21 Januari lalu,

Bahkan, pihaknya mengoperasikan mobil layanan sosial ini selama 24 jam untuk melayani masyarakat dan beban biaya semua ditanggung pemerintah desa. Sehingga masyarakat, kata dia tinggal menggunakan mobil jika dalam keadaan sakit, melahirkan atau hal mendesak lainnya.

“Jadi masyarakat yang menggunakan mobil ini semuanya gratis, sehingga mereka lebih dimudahkan lagi,” tandasnya.

Kades Balle, Muh Jasmin mengatakan keberadaan ambulance sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Ia menegaskan ambulance di desanya tak digunakan secara pribadi.
“Intinya, mobil ambulance sebagai sarana kesehatan masyarakat desa. Bukan untuk keperluan pribadi bagi masyarakat maupun perangkat desa,” tegas Jasmin, Sabtu, 26 Januari lalu.

Hanya saja, ia tidak menampik ambulance digunakan untuk urusan operasional pemerintah desa.”Kadang juga kita pakai untuk keperluan pekerjaan, karena hal tersebut tidak melanggar karena bukan bersifat pribadi,” ujarnya.
Menurutnya, ambulance yang dianggarkan dari dana desa ini sepenuhnya gratis bagi masyarakat honorarium gaji supir hingga bahan bakar minyak. “Tidak ada biaya yang keluarkan masyarakat selama menggunakan ambulance baik pergi rumah sakit maupun puskesmas,” tambahnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top