“Dia Minta Saya Berhati-hati Selama di Berau” – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

“Dia Minta Saya Berhati-hati Selama di Berau”

Nur Asqin, korban selamat pembunuhan ibu dan anak di Libureng terus memegang tangan ayahnya, Syahrul saat dibesuk bupati.

Cerita Syahrul, Suami Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Libureng (01)

Baru turun dari tangga kapal Pelni yang membawanya menuju ke Berau, Kalimantan Timur. Ponsel milik Syahrul tiba-tiba berdering. Dia lalu mengangkat telepon dan kabar duka itu pun mengguncang jiwanya.

Ardi Bin Waris, Watampone

Syahrul pertama kali mengetahui istri dan anaknya meninggal setelah mendapat telepon dari kakaknya bernama Akbar yang mengabarkan, bahwa istrinya Harnisa (35) dan putri bun gsunya, Nur Sifiqah (4) tewas dibunuh.
“Saya hanya terdiam dan menangis mendengar kabar itu. Jiwaku terasa kosong dan saya pun langsung cari tiket untuk pulang,” tutur Syahrul kepada penulis melalui sambungan telepon, Rabu 26 Oktober kemarin.

Syahrul adalah suami dan ayah korban pembunuhan sadis di Dusun Tea, Desa Mattirobulu, Kecamatan Libureng, Jumat 21 Oktober lalu sekira pukul 01.00 Wita. Syahrul seolah tak percaya kabar kematian istri dan anaknya. Maklum, sebelumnya dia masih sempat berkomunikasi dengan sang istri melalui telepon. Bahkan, almarhumah sempat meminta suami tercintanya untuk menjaga diri selama berada di Kalimantan. Namun, siapa sangka, jika pembicaraan via telepon tersebut merupakan komunikasi terakhir bagi mereka berdua.

“Saya sempat ditelepon istri saya tanya-tanya soal kabar. Dia juga minta saya untuk berhati-hati selama di Berau,” tutur Syahrul  dengan uara serak.
Syahrul mengakui, sebelum meninggalkan rumah, sebenarnya sudah ada firasat buruk yang menghampirinya.
Namun firasaat itu ditampiknya dan mempercayakan segalanya kepada sang khalik. “Saya melihat ada bercak darah tercecer di tangga rumah. Tapi saya anggap itu hanya perasaan sesat, namun ternyata sebuah pertanda buruk,” urai Syahrul diujung telepon.
Kini Syahrul hanya bisa pasrah dengan cobaan yang menimpanya. Namun begitu, dia meminta penegak hukum untuk menghukum pelaku dengan hukum mati.

Pria ini menilai tetangganya tersebut sudah merencanakan niat busuk tersebut sejak awal, sebelum dirinya berangkat ke Berau. “Harapan saya pelaku harus dihukum mati,” tegasnya.

(*)

To Top