Radar Bone

Berita Terkini

Diam-diam, DPRD Bone Ternyata Sudah Datangkan Laptop Apple. Netizen: Uang Rakyat Untuk Fasilitas Mewah Wakil Rakyat

Ilustrasi

RADARBONE.CO.ID–Wakil rakyat di DPRD Bone tersenyum sumringah. Laptop mewah jenis Apple yang dibeli dari uang rakyat, sudah ditangan.

Harga laptop ini sendiri terbilang fantastis. Disebut-sebut mencapai Rp15 juta untuk satu unitnya.

Netizenpun beraksi terkait pengadaan laptop ini.

“Uang rakyat untuk fasilitas mewah wakil rakyat,” tulis pemilik akun facebook, Muh Arman.

“Apa gaji mereka tidak cukup yah untuk beli laptop. Potret yang katanya wakil rakyat Bone,” timpalnya.

Akun facebook corong keadilan juga khusus memposting status bernada sindiran. “Lihatlah ekspresi gembira anggota dewan kita di Kabupaten Bone, memegang laptop mahalnya yang bermerek apple yang harganya cukup fantastis. Tentulah hal ini menuai pro kontra. Ada yang mengatakan, kenapa harus memilih laptop yang mahal padahal masih banyak merek lain yang bagus, murah dan berkualitas. Ah, mungkin dengan laptop mahal itu kecanggihannya mampu secara otomatis mendengar teriakan aspirasi rakyat kecilnya dan menyelesaikan segala problem sosial yang dihadapi masyarakat. Tapakei pada salama Wa. Pa’ Ko De muamanah pakai doina rayae, jakkammeng yamatotu sipiki ri esso rimunri,” tulis pemilik akun corong keadilan. Status inipun menuai 81 komentar.

Pengadaan laptop mewah di DPRD Bone juga viral di berbagai grup facebook.

Terlepas dari itu, ada juga beberapa netizen yang mendukung pengadaan laptop ini. “Dalam kondisi serba digital sekarang ini, memang perlu alat untuk memudahka pekerjaan. Salah satunya laptop. Apalagi dimasa pendemi ini. Kerja bisa juga dirumah dengan vicon. Memakai laptop akan membuat nyaman bekerja. Saya sepakat dengan pengadaannya,” tulis pemilik akun Ansar.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Bone, Drs Abu Bakar mengatakan, ada pro kontra di internal DPRD Bone terkait pengadaan laptop itu. Ia menyadari, laptop menjadi kebutuhan Anggota DPRD Bone.

“Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini, dimana legislator lebih banyak rapat via video conference,” ujarnya.

“Sebenarnya, hanya DPRD Bone yang belum membekali legislator fasilitas laptop. Lembaga DPRD di daerah lain, itu sudah ada,” tambahnya.

Rencana pengadaan laptop ini sendiri sempat ditentang berbagai kalangan. Termasuk dari kalangan Anggota DPRD Bone sendiri

Wakil Ketua DPRD Bone, Indra Jaya SE menegaskan, pengadaan laptop belum mendesak. Di tengah wabah covid-19 ini, justru anggaran kata Indra, harus diprioritaskan untuk membantu kebutuhan masyarakat.

“Saya kira pengadaan laptop ini tak penting. Dan saya orang pertama yang menolak,” ujar Indra beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Bone dari Fraksi Golkar, A Akbar Yahya juga menegaskan tak sepakat dengan rencana pengadaan laptop.

“Sebetulnya, rencana pengadaan laptop ini sudah ada sejak Tahun 2017 tapi itu saya tolak. Kali ini, apalagi ditengah wabah covid-19 ini, pengadaan laptop ini saya kira tidak perlu. Anggota DPRD bisa bekerja tanpa laptop. Kalaupun alasan untuk kepentingan teleconference, kan bisa pakai HP (ponsel). Buktinya selama ini, kita video conference tetap menggunakan HP,” tegas Akbar Yahya.

Kritikan juga dilontarkan akademisi dan praktisi pemerintahan, Dr Ali Anas.

Ketua PRIMA DMI Bone itu menegaskan, pengadaan laptop belum tepat, apalagi di masa pandemi Covid-19.

Justru kata Ali Anas, ada skala prioritas yang membutuhkan perhatian saat ini.

“Fokus kita saat ini harusnya bertumpu kepada penanganan wabah covid-19. Seluruh lapisan masyarakat tengah bahu membahu untuk memutus rantai penyebaran virus corona,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengadaan laptop ini tentu akan menyakiti hati rakyat.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top

Fapjunk.com

Tipobet Mersin escort Jojobet