Diambil Alih Kementerian Perhubungan, Terminal Tipe A di Bone Malah Mangkrak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Diambil Alih Kementerian Perhubungan, Terminal Tipe A di Bone Malah Mangkrak

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Terminal Petta Ponggawae hingga kini belum berfungsi maksimal. Kendati saat ini terminal diambilalih pemerintah pusat dan berubah menjadi terminal tipe A. Ironisnya, sejak diambil alih dua tahun silam, retribusi yang dipungut nihil.

Terminal Petta Ponggawae yang sedianya menjadi tempat bongkar muat angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP), nihil retribusi.

AKDP adalah angkutan umum seperti rute Bone-Makassar, Bone-Sinjai dan jurusan ke daerah lain di wilayah Sulsel. Sedangkan AKAP adalah angkutan yang melayani rute Makassar-Kendari, seperti bus yang setiap hari melintas melalui pelabuhan Bajoe.

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Kementerian Perhubungan, A Tenri Ajeng mengatakan, angkutan umum jenis AKAP dan AKDP yang masuk di terminal, jumlahnya hanya dicatat, tak ada penarikan retribusi.

“Kendalanya, masih banyak mobil angkutan yang belum masuk. Utamanya dari arah selatan dan utara. Tapi kami akan melakukan sosialisasi lagi agar mobil angkutan tersebut semua masuk ke terminal sebelum ke tujuannya,” jelasnya.

Ia mengakui, jumlah mobil AKDP dan AKAP semakin berkurang. Dimana saat ini hanya ada sekira 40 unit yang sering masuk di terminal.

“Terkadang dalam satu mobil itu hanya lima orang saja penumpangnya dari 36 kursi dalam satu unit mobil. Kemudian sekarang tidak ada lagi penerbitan izin trayek baru, yang ada hanya perpanjangan izin trayek,” jelas Ajeng.

Karenanya, kata dia untuk meramaikan terminal sulit dicapai, apalagi angkutan umum berpelat hitam makin menjamur.

“Kami hanya pelayanan saja di sini, jika ada yang masuk, maka kami mencatat jumlah mobil dan penumpang serta fisik mobil termasuk pemeriksaan ban, rem, lampu dan perlengkapan lainnya,” ungkapnya.

Staf pengelola terminal tipe A lainnya, Sukma menambahkan untuk menghidupkan terminal diperlukan sinergi antara kemenhub dan pemerintah daerah.

“Karena yang berhak menindaki pengendara yang melanggar adalah petugas, sedangkan kami di Kemenhub hanya melayani mobil yang masuk di terminal. Sehingga angkutan yang tidak masuk terminal atau mobil plat hitam mengangkut penumpang mereka bebas saja,” tukasnya.
Anggota DPRD Bone, HA Suaedi mengaku prihatin atas kondisi terminal yang terbengkalai dan mangkrak.

“Kita harap setelah diambil alih pemerintah pusat, kondisi terminal semakin membaik. Ini malah semakin sepi. Apalagi tidak ada retribusi yang dipungut. Sayang sekali, terminal yang dibangun dengan anggaran miliaran, namun justru tak kontribusi yang berarti yang masuk ke pemerintah,” tukasnya prihatin.

Terminal Tipe C yang dikelola Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, tak kalah miris. Pasca Terminal Petta Ponggawae diambilalih pemerintah pusat, angkutan desa dan angkutan kota tak memiliki tempat mangkal. Lokasi yang disiapkan di kompleks Pasar Sentral juga dinilai tak refresentatif.

Meski lokasi sudah ada, namun sejauh ini, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan belum mampu membangun terminal tipe C. Hal ini terjadi karena keterbatasan dana untuk pembangunan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Asiswa Karim kepada RADAR BONE mengaku pernah mengupayakan untuk membenahi terminal tahun 2019. Supaya mobil angkutan desa dan angkutan kota memiliki tempat. Hanya saja, keterbatasan anggaran menjadi kendala.

Diakui Asiswa dalam APBD 2019, pihaknya mendapat alokasi dana sebesar Rp1.855.000.000.
“Sehingga dalam merencanakan program pembangunan juga terbatas, dimana dana itu banyak peruntukannya, seperti gaji honorer, perjalanan dinas dan banyak lagi peruntukan lainnya. Meskipun demikian tetap diupayakan untuk pembenahan terminal nantinya,” kata Asiswa kepada RADAR BONE beberapa waktu lalu.

Menurut Asiswa pihaknya memiliki sejumlah program. Hanya saja, selalu terbentur pada keterbatasan dana.

“Karena meskipun banyak perencanaan jika anggaran terbatas, tentunya tidak akan bisa terealisasi. Makanya program kerja dalam satu tahun harus disesuaikan kesiapan anggaran,” kunci.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top