Dibungkus Kantong Plastik, Ari-ari Dikemas dalam Toples – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dibungkus Kantong Plastik, Ari-ari Dikemas dalam Toples

Seorang warga menunjukkan kantong plastik berwarna merah berisi orok bayi yang ditemukan di Sungai Lattekko, Desa Lattekko, Kecamatan Awangpone, kemarin.

Cerita Penemuan Orok di Desa Lattekko, Kecamatan Awangpone

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Warga Lattekko digegerkan dengan penemuan bungkusan diduga berisi orok di Sungai Lattekko, tepatnya di Dusun II Kampung Baru, Desa Lattekko, Kecamatan Awangpone, Rabu, 19 April kemarin sekira pukul 13.00 Wita.

Adalah Rahul (17), pemuda yang pertama kali menemukan sebuah bungkusan plastik mengapung di sungai. Sesungguhnya, kantong plastik berwarna tersebut sudah terlihat oleh Sahrul sehari sebelumnya. Namun pria ini menganggapnya cuma sampah buangan.

“Sebelumnya, kemarin saya sudah lihat kantong plastik ini di sungai. Kemudian hari ini, saya hendak ke kebun ternyata kantong plastik itu masih ada,” ungkap Rahul kepada penulis saat ditemui di TKP, kemarin.

Karena penasaran melihat kantong plastik tersebut mengapung di air bak sebuah kepala. Rahul akhirnya mencoba mengangkat kantong plastik tersebut. “Karena saya penasaran dengan isi kantong ini, apalagi kantong tersebut dipakekan plaster jadi saya tambah penasaran. Jadi saya angkat dari sungai dan langsung membukanya, sebelumnya saya kira kepala, ternyata isinya orok dan ari-ari bayi ada dalam toples,” tuturnya.

Setelah mengetahui, bahwa isi kantong plastik tersebut adalah orok bayi, Rahul pun kembali ke rumah dan menceritakan temuannya. “Bayi ini saya temukan masih dalam keadaan utuh pada bagian tangan saja, kalau kepala sama kakinya itu sudah tidak terlalu dikenali. Tangan bayi dalam keadaan diikat. akan tetapi dengan banyaknya orang yang mencungkil-cungkil pake kayu akhirnya sekarang tidak bisa dikenali lagi,” jelasnya.

Kabar penemuan orok tersebut dengan cepat menyebar, sehingga warga pun berduyung-duyung ke TKP.
“Saya juga ikut memastikan penemuan orok di sungai, dengan melihat bayi dalam keadaan terikat tangan dan badannya. Jasad orok ini diperkirakan sudah tiga hari,” beber Hj Bunga, warga setempat lainnya.
Kepala Satuan Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko yang ditemui di TKP mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus penemuan orok tersebut. “Kami masih selidiki,” tuturnya sambil berlalu.

(*)

Click to comment
To Top