Diburu Hingga ke Cina, Koruptor Dana Pendidikan Diciduk – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Diburu Hingga ke Cina, Koruptor Dana Pendidikan Diciduk

RADARBONE.CO.ID–Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari)Bone di Lappariaja mengamankan terdakwa koruptor Dana Pendidikan, A Solihin Bin Andi Mappanganro Direktur CV Maha Putra Bintang.

Saat Solihin menjabat Direktur CV Maha Putra Bintang, perusahaannya ditunjuk menjadi penyedia jasa dalam proyek pembangunan ruang Kelas SD Inpres 5/81 Polewali Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2011, dengan total anggaran Rp290 juta.

Hanya saja, Solihin tidak menyelesaikan pekerjaannya hingga berakhirnya masa kontrak selama 140 hari, sedangkan Solihin telah menerima pembayaran sebesar 25 persen, sehingga Cabjari Bone di Lappariaja menetapkan Solihin menjadi terdakwa.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2879 K/Pid.Sus/2017 tertanggal 23 April 2018, Majelis Hakim yang diketuai oleh Artidjo Alkostar menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara dan denda sebesar lima puluh juta rupiah.

Cabjari Bone di Lappariaja sempat menemui kesulitan dan kehilangan jejak karena selama proses upaya hukum yang dilakukan, Solihin tidak lagi bertempat tinggal di alamat sebagaimana pada putusan yakni di Arasoe.

Setelah melakukan pelacakan dan pencarian maka Jaksa mengendus keberadaan Solihin di Kelurahan Tanete Kecamatan Cina Kabupaten Bone dan akhirnya ditangkap pada Selasa siang 30 April di rumah kantin SMAN 18 Bone Kelurahan Tanete Kecamatan Cina Kabupaten Bone tempat Solihin dan keluarganya berdomisili belakangan ini.

“Setelah menerima putusan inkracht langsung kami lakukan pencarian keberadaan Solihin dan Alhamdulillah sudah Kami dapatkan dan amankan untuk dieksekusi,” papar Andi Hairil Akhmad Kacabjari Bone di Lappariaja saat memimpin eksekusi terdakwa Solihin.

Diketahui Solihin yang merupakan adik kandung dari Andi Ishanda Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bone telah mengembalikan kerugian keuangan negera ke kas daerah tahun 2013 silam.

Tetapi Jaksa berpendapat hal tersebut tidak menghapus pidana dan perbuatan korupsi yang dilakukan Solihin telah menghambat pembangunan sarana pendidikan dan merugikan anak-anak didik yang seharusnya menikmati gedung tersebut untuk menunjang pendidikannya.

“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa sehingga penerapan hukum atas perbuatan korupsi perlu ditegakkan dengan cara-cara luar biasa pula agar bernilai edukasi bagi yang lainnya,” jelas Andi Hairil.

Selanjutnya Solihin dibawa ke Lapas Klas II A Watampone untuk menjalani hukumannya dengan dikawal Petugas Cabjari Bone di Lappariaja dan Polisi.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top