Diduga Mainkan Jatah, Bupati Bone Warning Penyalur – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Diduga Mainkan Jatah, Bupati Bone Warning Penyalur

Suasana sesi tanya jawab dalam rakor pupuk bersubsidi di gedung PKK, Rabu, 3 Mei kemarin.

PENULIS : ROSDIANA SULJA

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Keluhan petani terkait sulitnya mendapatkan pupuk disikapi Pemerintah Kabupaten Bone. Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi mengumpulkan distributor dan stakeholder terkait pupuk dalam bentuk rapat koordinasi di Gedung PKK, Rabu 3 Mei kemarin.

Pada kesempatan tersebut Fahsar menegaskan kuota pupuk tahun ini 68.355 ton. Sementara kebutuhan petani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) mencapai 250 ribu ton.
“Tahun lalu kita berhasil menambah kuota menjadi 68.000 ton dari kuota 54.000 ton setelah realokasi hingga enam kali usulan yang dilakukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fahsar menegaskan sumber permasalahan pupuk yang kerapkali terjadi karena adanya ketidakdisiplinan distributor dan penyalur. “Misalnya saja masalah di Kecamatan Tonra, stok dari Salomekko yang diambil dibawa ke Tonra. Itu artinya ada pengecer yang tidak disiplin. Begitu juga dengan masalah di Sibulue, pengecer kerjasama dengan tengkulak,” bebernya.

Atas permasalahan ini, Fahsar menyatakan akan membentuk tim pemantau agar pengecer tidak seenaknya menyalurkan pupuk tetapi berdasarkan kebutuhan petani dan juga kuota. “Penyalur jangan coba-coba menyalurkan pupuk tidak sesuai peruntukan. Karena kadangkala ada kelompok tani yang ‘Mangoa’ (Serakah). Kalau ada yang main-main maka harus siap berhadapan hukum,” tegasnya.

Fahsar menyarankan penyalur lebih baik terus terang saja kepada distributor ketika mengalami kendala. “Dekati distributor jika memang belum punya uang untuk menebus daripada mencari jalan pintas,” sarannya.
Salah seorang distributor, H Rusdi mengungkapkan kesulitan pupuk yang dialami petani di Desa Tana Tengnga, Kecamatan Palakka sudah diatasi. “Saat itu saya ada di Makassar karena ada rapat, tetapi masalah itu sudah bisa diatasi dengan cepat,” ungkapnya.

Sayangnya, distributor ini diduga menggunakan jalan pintas dengan mengambil kuota pupuk dari Kecamatan Cenrana dan Dua Boccoe untuk mengatasi sementara kesulitan pupuk di Desa Tana Tengnga Kecamatan Palakka. Namun apa yang dilakukannya dinilai hanya mengatasi masalah bersifat sementara.

“Itu bukan solusi. Bagaimana coba ketika petani dari Cenrana dan Dua Boccoe juga butuh pupuk, apakah akan demo lagi hingga persoalan semakin bertambah,” ujar Fahsar. Makanya, Tim Pemantau yang akan dibentuk diharapkan bisa mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi termasuk penggunaan dana transport dari APBD.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Ir H Sunardi Nurdin MSi membeberkan untuk pengadaan pupuk bagi petani di Bumi Arung Palakka ditangani dua produsen, yakni Petrokima Gresik dan Pupuk Kaltim.

*

Click to comment
To Top