Diduga Salah Paham, Pelajar SMA Dianiaya Preman – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Diduga Salah Paham, Pelajar SMA Dianiaya Preman

Ilustrasi

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE-Kasus penganiayaan anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini, IS Bin LK (16) pelajar yang duduk di bangku SMA mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, guna melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan pelaku Yong (37) terhadap dirinya di BTN Puri Indah Permai, Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Selasa 4 April lalu.

Berdasarkan keterangan korban saat melapor pada Rabu 5 April di SPKT Polres Bone. Insiden pemukulan yang menimpa dirinya itu bermula saat dia bersama beberapa rekannya sedang duduk berbincang di salah satu BTN milik temannya.

Saat sedang berbincang, tiba-tiba muncul pelaku masuk ke kompleks BTN kemudian menegur korban dan rekannya sambil berkata, hargai sedikit orang tua disini. Korban pun mengiyakan perkataan pelaku meski tidak mengetahui secara pasti persoalan sehingga pelaku melontarkan kata-kata itu.

Setelah menegur korban, pelaku masuk ke dalam BTN miliknya. Tak lama kemudian datang dua orang rekan, IS berboncengan mengendarai sepeda motor.

“Waktu sampai itu teman, pelaku datang dan langsung mencekik lehernya. Setelah itu saya juga dibaleki kemudian dipukul dan mengenai pipi bagian kiri,” tutur korban sambil menunjuk wajahnya yang masih memar akibat pukulan tangan kanan pelaku.

IS menambahkan, pasca kejadian pelaku langsung meninggalkan lokasi sementara korban tidak memberi perlawanan karena menganggap pelaku sudah dewasa.

“Sesudah dipukul kami memilih melaporkan ke polisi,” tambahnya.

Orang tua korban, Lukman yang dikonfirmasi RADARBONE.CO.ID berharap agar kasus ini diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Serta pihak kepolisian memberi rasa keadilan bagi kami selaku keluarga korban,” tandasnya.

Paur Humas Polres Bone, Iptu Adenan yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari anak di bawah umur yang menjadi korban penganiayaan dengan nomor LP:152/1V/2017/ SPKT/Res Bone tertanggal 05 April 2017.

“Sudah ada laporan masuk. Karena anak di bawah umur maka Unit PPA yang akan tangani,” tegasnya.

Click to comment
To Top