Dinas Perikanan Siap Turun – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dinas Perikanan Siap Turun

ilustrasi

Ikan Berformalin Diduga Beredar

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Adanya ikan yang diduga berformalin bereda di daerah ini ditanggapi instansi terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten Bone menegaskan ikan yang diberi formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Fajar Apt, mengatakan pengusaha ikan dilarang keras menggunakan formalin. Pasalnya, formalin, kata dia bukan untuk makanan, tapi digunakan untuk mengawetkan jenazah.

“Pengawet formalin itu sangat berbahaya, karena dapat memicu penyebab kanker pada tubuh manusia. Olehnya itu dinas terkait harus mengawasi pengusaha ikan agar tidak memberikan pengawet pada ikannya,” jelas,” Fajar.
Hanya saja, kata Fajar, pengawasan penjualan ikan merupakan kewenangan Dinas Perikanan. “Kami hanya mengawasi olahan ikan yang sudah jadi makanan,” paparnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Ir Wahidah yang dikonfirmasi RADAR BONE Kamis 30 Maret kemarin, mengatakan adanya ikan diduga berformalin beredar akan menjadi perhatian pihaknya. “Hanya saja saya masih di Makassar sekarang sedang mengikuti pendidikan. Sebenarnya kami sering mensosialisasikan kepada pedagang agar tidak menggunakan pengawet.

Sebagai instansi terkait kami akan kembali memberikan turun melakukan pembinaan, supaya tidak ada yang terjerumus ke ranah hukum,” kata Wahidah.

Lanjut dia, jika sudah diberi pembinaan, tapi masih membangkang, maka pihaknya akan menyerahkan ke proses hukum. “Kecuali kalau sudah diberikan pemahaman sampai tiga kali, lalu masih ada yang berbuat jahat, berarti itu kesalahan sendiri pelaku,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, ikan berformalin diduga diperjualbelikan di pasar ikan di daerah ini. Dugaan ini diperkuat temuan anggota DPRD Bone, Rudianto Amunir.

Politisi muda Partai NasDem ini mengaku menerima informasi dari salah seorang warga bernama Suparman yang telah membeli ikan di kawasan eks Pasar Sentral Watampone. Awalnya, kata Rudianto ikan tersebut saat dikonsumsi menimbulkan efek gatal kepada pemiliknya. Karena ikan yang tersisa dibuang ke tempat sampah.

“Tapi anehnya sudah tiga hari ikan itu berada di tempat sampah dapur, kondisi ikan belum rusak. Selain itu tidak kerumuni lalat dan semut. Makanya dicurigai mengandung formalin,” jelas Rudianto kepada RADAR BONE, Rabu, 29 Maret lalu.

To Top