Dinasti Politik Berpotensi Melahirkan Koruptor Baru – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dinasti Politik Berpotensi Melahirkan Koruptor Baru

RADARBONE.CO.ID_MAKASSAR-erkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mendata, ada enam provinsi yang masih menjalankan cara-cara dinasti politik. Enam itu adalah Pilgub Sumatra Selatan, Pilgub Sulawesi Tenggara (Sultra), Pilgub Nusa Tenggara Barat, Pilgub Sulawesi Selatan, Pilgub Maluku Utara, dan Pilgub Kalimantan Barat.

Aktivis Pemuda asal Kabupaten Takalar, Syafar menyebut bahwa politik dinasti merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Menurutnya, politik dinasti kerap memanfaatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah menjadi sumber pendanaan demi melanggengkan kekuasaan.

“Bayangkan, program-program yang pro rakyat atau bantuan sosial meningkat saat menjelang pilkada. Selain itu juga mempromosikan salah satu pasangan calon gubernur karena merupakan saudara,” ujarnya.

Ia beranggapan, seluruh masyarakat harusnya tidak mendukung praktik tersebut. Caranya, kata dia, dengan tidak memilih calon kepala daerah yang rentan dengan politik dinasti.

“Kepala daerah yang tidak berasal dari dinasti politik saja berpotensi korupsi. Apalagi yang berasal dari dinasti politik, pasti akan memenuhi kepentingan-kepentingan saudaranya,” katanya.

Sekadar diketahui, sejumlah provinsi pada Pilkada 2018 masih rentan terhadap praktik politik dinasti. Di Pilgub Sulawesi Selatan, cagub Ichsan Yasin Limpo, yang berpasangan dengan Andi Muzakkar, adalah adik dari gubernur Sulsel saat ini, Syahrul Yasin Limpo. Pasangan ini tidak diusung dari partai tapi melalui jalur independen.

Di Pilgub Sumsel, ada pasangan cagub dan cawagub Dodi Reza Noerdin-Giri Ramanda Kiemas. Dodi adalah anak dari gubernur pejawat, Alex Noerdin. Sedangkan Giri merupakan keponakan Taufiq Kiemas.

Di Pilgub Sultra, ada pasangan cagub dan cawagub Asrun-Hugua. Asrun sebelumnya adalah wali kota Kendari dua periode, yang habis masa baktinya pada Oktober 2017 lalu. Kemudian trah kekuasaan di Kota Kendari itu dilanjutkan oleh anaknya, Adriatma Dwi Putra.

Dinasti politik pada Pilkada Serentak 2018 ini juga ada di NTB. Kakak dari gubernur NTB Zainul Majdi, Sitti Rohmi Djalilah, menjadi cawagub NTB mendampingi cagub Zulkiflimansyah.

Di Pilgub Maluku Utara, bahkan ada dua pasangan calon yang memiliki hubungan keluarga. Dua paslon tersebut adalah Abdul Ghani Kasuba-Al Yasin Ali dan paslon Muhammad Kasuba-Madjid Husen.

Abdul Ghani dan Muhammad Kasuba adalah kakak-beradik. Ghani merupakan cagub pejawat. Pada 2014 lalu dia dilantik menjadi gubernur Maluku Utara untuk periode pertamanya. Muhammad Kasuba sendiri adalah mantan bupati Halmahera Selatan.

Adapun di Pilgub Kalbar, cagub Karolin Margret, yang berpasangan dengan Suryatman Gidot, ini adalah anak dari gubernur Kalbar sekarang, Cornelis. Cornelis adalah gubernur Kalbar dua periode sejak 2008.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top