Dinkes Canangkan Gerakan Jumantik –Atasi Wabah DBD – Radar Bone

Radar Bone

Sinjai

Dinkes Canangkan Gerakan Jumantik –Atasi Wabah DBD

SINJAI, RB–Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, telah mencanangkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik nyamuk (Jumantik), Senin 15 Februari lalu.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sinjai, dr A Suryanto Asapa mengatakan, nantinya akan dilakukan pengecekan oleh petugas puskesmas setiap minggunya ke seluruh rumah, untuk memastikan tidak ada lagi ditemukan jentik-jentik nyamuk yang bersarang di sekitar tempat tinggal warga.
Suryanto menambahkan, menanggulangi DBD, masyarakat jangan hanya mengandalkan pengasapan atau fogging saja. Karena fogging kata dia, hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak mati akibat pengasapan.
“Intinya jaga lingkungan dengan pola 3M agar tidak menjadi sarang nyamuk,” terangnya.
Diketahui pekan lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Sinjai, telah menetapkan kasus DBD di Sinjai sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan menggratiskan perawatan pasien DBD di rumah sakit dan seluruh puskesmas yang ada di Sinjai.
Kadinkes menyebutkan hingga pertengahan Februari, jumlah penderita DBD di Kabupaten Sinjai terus meningkat dan telah mencapai 102 kasus.
Jumlah tersebut kata dia, diprediksi akan terus meningkat hingga Maret mendatang.
“Dari 99 kasus pada Minggu lalu, sekarang menjadi 102 orang yang terserang DBD. Selain itu, total dua penderita DBD yang menjadi korban (Meninggal dunia,” imbuhnya.
Kasus DBD terbanyak kata dia, berada di Desa Gareccing Kecamatan Sinjai Selatan. “Disana, sudah ada 21 orang yang terserang DBD. Penderita didominasi anak-anak,” kuncinya.

To Top