Dishub Bone Angkat Tangan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dishub Bone Angkat Tangan

Rambu larangan parkir di di depan RSUD Tenriawaru menjadi pajangan belaka. Aktivitas perparkiran tetap berjalan. Pemasukan parkir tak masuk ke PAD.

WATAMPONE, RB—Rambu larangan parkir yang terpasang di depan RSUD Tenriawaru hanya pajangan belaka. Pasalnya, aktivitas perparkiran yang menggunakan trotoar sebagai lahan parkir tetap berjalan. Parkir liar ini telah menggerus penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir khusus yang dikelola rumah sakit milik pemda tersebut.

Pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bone menyatakan telah melakukan sosialisasi larangan parkir di depan RSUD Tenriawaru. Untuk menegaskan larangan tersebut, dishub telah memasang rambu larangan parkir tepat di depan rumah sakit.
Hanya saja, rambu larangan parkir tersebut cuma menjadi pajangan belaka. Buktinya, deretan kendaraan yang diparkir tetap memenuhi trotoar di depan rumah sakit tipe B itu.

Kepala Seksi Sarana dan Prasana Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, H Nashar, SE kepada RADAR BONE Kamis 29 September kemarin mengatakan pihaknya sudah sering turun melakukan sosialisasi di depan RSUD Tenriawaru, agar kawasan depan RSUD bebas parkir.
Sosialisasi itu, kata Nashar bahkan dilakukan bersama Sa-tuan Lalu Lintas Polres Bone. Tapi kenyatannya, aktivitas perparkiran tak berhenti.

“Kami dari Dishub hanya bisa menyampaikan atau mensosialisasikan agar tidak memarkir di luar portal. Kalaupun untuk menindaki atau memberikan tindakan yang tegas, sebaiknya polisi yang punya hak untuk menindaki karena kami hanya bisa mensosialisasikan saja,” ungkapnya.

Nashar menyatakan pihaknya tidak bisa menindak parkir liar tersebut. Nashar pun menyerahkan pihak kepolisian menertibkan parkir liar di daerah. Kasat Lantas Polres Bone, AKP Andi Syamsulifu saat dikonfirmasi siap menertibkan parkir liar dimaksud. Menurut dia, jika memang lokasi tersebut sudah dipasangi rambu larangan parkir, tapi masih tetap dilanggar, maka pihaknya siap bertindak.

“Kami akan lakukan sosia-lisasi dan memberikan arahan kepada pengendara yang parkir di wilayah itu agar tidak memarkir kendaraannya di area larangan. Terserah mereka mau parkir di mana saja yang penting bukan di area larangan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas,” paparnya.

Anggota DPRD Bone, HA Suaedi, SH MH mendorong pemerintah daerah menggenjot penerimaan retribusi dari sektor parkir. Hanya saja, lanjut dia, tidak akan maksimal ketika parkir-parkir liar tetap dibiarkan beroperasi tanpa ada ketegasan pemerintah.
“Di sinilah peran dishub sebenarnya. Menertibkan parkir liar yang ada di Bone. Mema ng itu tugas instansi ini (Dishub),” ungkapnya. Jangan sampai masyarakat beranggapan, lanjut dia, dishub sengaja ‘Memelihara’ parkir liar karena adanya pemasukan dari sektor tersebut yang nilainya tidak sedikit.

Sekadar diketahui, parkir liar di depan RSUD Tenriawaru selain rawan menimbulkan kemacetan lalu lintas, karena menggunakan areal trotoar sebagai lahan parkir.
Kehadiran parkir juga menggerogoti penerimaan parkir khusus yang dikelola RSUD Tenriawaru. Padahal, parkir portal milik RSUD notabene merupakan salah satu sumber penerimaan PAD.
Namun belakangan, potensi itu tergerus oleh hadirnya parkir liar yang berada tepat di depan rumah sakit tipe B tersebut.

*ASKAR SYAM

To Top