Dishub Lakukan Penelusuran – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dishub Lakukan Penelusuran

Sopir Di Pasar Palattae Keluhkan Pungutan

PENULIS :  BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB–Dinas Perhubungan Kabupaten Bone telah memanggil koordinator penarikan retribusi di Pasar Palattae Kecamatan Kahu untuk menjelaskan pungutan yang dikeluhkan sopir.
Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, H Nashar kepada RADAR BONE Selasa 28 Juni kemarin, mengatakan informasi yang diperoleh dari koordinator dishub di Palattae, bahwa bukan petugas dishub yang melakukan pungutan tersebut. Apalagi disertai ancaman kepada sopir. “Kami sudah hubungi koordinator Dishub Palattae untuk menyelidiki pelakunya. Dimana koordinator lapangan tersebut mengaku kalau tidak ada anggotanya melakukan hal seperti itu,” kata Nashar.
Karenanya Nashar meminta kepada koordinator penarikan retribusi di wilayah Palattae untuk menelusuri dugaan oknum dari luar yang memanfaatkan situasi menarik retribusi kepada sopir yang mangkal di Pasar Palattae.
Makanya koordinator akan menelusuri, tapi penelusurannya dilakukan pada waktu Pasar Palattae. Dimana Pasar Palattae hanya dua kali dalam seminggu digelar, sehingga harus menunggu waktu pasar. Kalau memang ada yang melakukan hal seperti itu, maka tentu Dinas Perhubungan akan menyampaikan untuk dihentikan. Kami juga sampaikan kepada patroli untuk membantu koordinator lapangan menelusuri oknum tersebut,” paparnya.
Nashar menegaskan tindakan yang meresahkan sopir tersebut harus dihentikan.
Sebelumnya, sopir angkutan umum (Pete-pete) yang biasa mangkal di Pasar Palattae Kecamatan Kahu mengeluhkan pungutan yang dilakukan oknum di pasar tersebut. Parahnya lagi, penarikan pungutan ini dilakukan cara terkesan memaksa.
Salah seorang sopir angkutan umum berinisial Sp mengaku setiap hari pasar, sopir yang mangkal di pasar tersebut diharuskan menyetor retribusi yang jumlahnya bervariasi dari Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.
“Anehnya, mereka tidak menggunakan pakaian seragam maupun tanda pengenal sebagai petugas dishub. Tapi mereka memegang karcis. Yang menjadi masalah, karcis itu tidak diserahkan ke kami para sopir,” ungkapnya, Senin 27 Juni lalu.
Keresahan sopir lanjut dia, sudah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan.
“Oknum tersebut gondrong dan berbadan besar pak. Jelas kami takut melawan. Kalau tidak dikasih, kami diancam dikasih bogem mentah (Pukulan),” keluhnya.
Mewakili sopir Pete-pete lainnya, Sp meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Bone untuk segera turun tangan.

 

*ASKAR SYAM

To Top