Disnak Bone Catat Ini! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Disnak Bone Catat Ini!

Herman ST, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bone

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Komisi II DPRD Kabupaten Bone mendesak Dinas Peternakan (Disnak) melakukan pencegahan virus antraks dan melakukan vaksinasi. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Herman ST menegaskan, pencegahan sejak dini diperlukan.

“Jangan ada kasus, Disnak baru turun ke lapangan. Pencegahan sejak awal perlu,” ungkapnya.
Herman juga menyoroti langkah dinas peternakan yang justru melakukan sidak sapi di wilayah kota. Padahal lanjut dia, ternak sapi yang rentan terkena antraks ada di desa-desa.

“Upaya antisipasi dan vaksinasi itu sangat diperlukan. Karena jangan sampai antraks itu mewabah baru ada langkah preventif dilakukan. Ingat antraks itu sangat berbahaya ketika menyerang manusia,” ujar Herman.
Disnak lanjut dia, perlu memantau dan melakukan sosia-lisasi kepada para peternak sapi di desa-desa. “Disnak harus memberikan pemahaman kepada peternak tentang ciri-ciri hewan yang terkena antraks itu seperti apa. Serta cara menanggulangi antraks seperti apa. Makanya peran penyuluh juga sangat diperlukan,” terangnya.

Dari upaya ini, diharapkan petani dan peternak akan menjadi paham tentang cara mencegah dan menanggulangi antraks. Rahman Arif, akademisi salah satu perguruan tinggi di Bone juga mengingatkan Disnak untuk bergerak cepat.

“Sudah ada kasus antraks di beberapa daerah . Maksud saya, jangan sampai antraks juga mewabah di Bone,” pungkasnya. Maklum Bone juga dikenal rentan terhadap penyakit berbahaya yang sudah menyerang di Yogyakarta tersebut.

Pada 2014 lalu, dua desa di Kecamatan Bontocani, yakni Erecinnong dan Watangcani di-resahkan dengan matinya puluhan ekor ternak sapi. Petani menduga bakteri antraks menyerang sapi mereka sehingga mati mendadak. Warga memperkirakan dua kurun waktu November-Desember sekira 50 ekor sapi telah mati diduga diserang penyakit antraks. Hal serupa terjadi di Lingkungan Tanjung Kelurahan Kahu.

Sebelumnya Desa Mario Kecamatan Libureng dan Lippujangnge Kecamatan Bengo.
Penyakit antraks yang menyerang puluhan ternak sapi di Desa Mario Kecamatan Libureng ternyata juga mulai menular ke manusia. Dua warga diduga terjangkit bakteri antraks. Petugas kesehatan setempat telah me-ngirim sampel hasil pemeriksaan ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BPV) untuk memastikan memang keduanya terjangkit antraks atau penyakit lain.

Untuk menghindari penularan penyakit yang diduga antraks menyerang puluhan sapi di Libureng, Dinas Peternakan mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah Libureng dari aktifitas pengiriman sapi keluar daerah. Masyarakat pemilik hewan ternak di Libureng dilarang membawa sapinya keluar kecamatan sebelum dinyatakan benar-benar bebas dari virus antraks.

Tak hanya Libureng, Desa Turu Adae Kecamatan Ponre juga pernah terancam antraks. Dalam tiga bulan, sekira 30 ekor sapi milik warga mati mendadak. Tak hanya itu seorang warga juga dilaporkan meninggal dengan gejala mirip sapi yang mati mendadak tersebut.

*ASKAR SYAM

To Top