Disperindag: Balon Lampu Segera Diganti – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Disperindag: Balon Lampu Segera Diganti

Poros Bajoe Gelap, Rawan Kecelakaan

WATAMPONE, RB–Dinas Perinsdustrian Kabupaten Bone memastikan segera mengganti seluruh balon lampu penerangan jalan umum (PJU), termasuk di jalur poros Bajoe.
Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang ESDM Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Surahmad saat dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 28 Maret kemarin. “Kami akan melakukan perbaikan dalam waktu dekat,” kata Surahmad.

Surahmad mengatakan pergantian balon lampu akan diprioritaskan pada jalur PJU yang dilengkapi meteran. “Tapi kami utamakan penerangan jalan yang ada meterannya. Kalau memang di jalur Jl MH Thamrin sampai ke Pelabuhan Penyeberangan Bajoe itu ada meterannya, maka kami akan pasangi balon lampu baru. Saat ini kami utamakan penerangan jalan yang mempunyai meteran, kecuali jika ada sisa balon, maka baru diganti juga yang tidak mempunyai meteran,” jelas Surahmad.

Balon lampu pengganti yang akan digunakan nanti, kata Surahmad merupakan balon lampu jenis LED berdaya watt rendah, yakni cuma 120 watt. Jauh di bawah kapasitas daya balon lampu PJU saat ini yang memiliki daya 250 watt.
Untuk pengadaan 500 unit balon lampu, sambung Surahmad pihaknya mengalokasikan dana Rp4 miliar.

“Pergantian balon lampu penerangan jalan umum akan dilakukan menyeluruh, baik yang rusak maupun yang masih berfungsi,” kunci Surahmad.  Diberitakan sebelumnya, berdasarkan penelusuran RADAR BONE di sepanjang poros Watampone-Bajoe, Senin, 20 Maret lalu tercatat 146 tiang PJU yang berdiri mulai dari Jl MH Thamrin, tepatnya traffic light perempatan Jl MH Thamrin-Jl Kawerang dan Jl Sungai Musi, hingga ke perempatan sebelum masuk ke Pelabuhan Bajoe di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Yang memiriskan, dari 146 tiang PJU itu, cuma 26 balon PJU yang menyala.

Artinya, ada 120 titik lampu yang tidak menyala. Namun ironisnya, terdapat 1 titik PJU yang justru menyala hingga siang hari. Kondisi serupa dijumpai malam tadi. Poros Bajoe tetap gelap gulita.
Selain itu, pada beberapa tiang PJU nampak tak terurus. Kabel-kabel yang putus menyembul keluar dari tiang, sehingga rawan menimbulkan korslet.

Kondisi ini menunjukkan tidak adanya perhatian instansi terhadap kondisi PJU di jalur poros Bajoe tersebut. “Semestinya jalur ini perlu mendapat perhatian, karena arus kendaraan dari dan ke pelabuhan Bajoe sangat ramai pada malam hari, utamanya mobil-mobil besar,” ungkap Tahang.

To Top