Ditanyai Kasus TTP Wollangi, Mentan Malah Tuding Pertanyaan Wartawan Kampungan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ditanyai Kasus TTP Wollangi, Mentan Malah Tuding Pertanyaan Wartawan Kampungan

PENULIS : ROSDIANA SULJA

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Pengadaan lahan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Wollangi Kecamatan Barebbo serta status lahan seluas 19 hektar hingga saat ini belum juga ada kejelasan.

Anehnya, Menteri Pertanian Republik Indonesia, HA Amran Sulaeman yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 25 April 2017 mengenai proyek Kementan yang diduga mangkrak tersebut, malah menilai pertanyaan RADAR BONE tidak masuk akal.

“Pertanyaannya terlalu kampungan. Masuk akal ndak menteri ditanya tentang lahan hanya 19 hektar,” ujarnya.

Ketika ditanyai lebih lanjut apakah dibenarkan APBN senilai miliaran rupiah dikucurkan pada lahan pribadi, Mentan malah menuding RADAR BONE mengajukan pertanyaan titipan.

“Jangan you bertanya karena dititip,” tudingnya.

Bahkan Mentan mengibaratkan pertanyaan yang terkait kasus dugaan korupsi dan merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut sebagai petinju dengan pemencak.

“Pertanyaannya ibarat Eliyas Pical dengan anda pemencak silat kampung,” katanya sambil tersenyum.

Padahal dalam pemberitaan RADAR BONE sebelumnya, Taman Tekonologi Pertanian yang pertama di Bone itu dibangun tahun 2015 dengan luas areal sekira 19 hektar.

Proyek ini berada di bawah naungan Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel.

Proyek ini mendapatkan kucuran dana APBN senilai belasan miliaran rupiah, untuk pembangunan gedung hingga alat pertanian melalui kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Khusus untuk Pembangunan TTP yang dilakukan 15 September hingga 14 Desember 2015 lalu dianggarkan Rp2.852.000.000. Dana sebesar ini digunakan untuk pembangunan beberapa item kegiatan, mulai dari bangunan workshop atau saung pelatihan, kandang sapi dan digister biogas kapasitas 7 ekor sapi, kolam, gapura, screen house, tower dan sprinkle, gudang alsintan, kandang itik dan lainnya.

Pekerjaan yang ditangani PT Dian Ahmaely Permata Hati dengan konsultan pengawas CV Yuda Pratama Konsultan dinyatakan rampung sejak Desember 2015 lalu.

Hanya saja, setelah bangunan rampung, kandang sapi dan kandang itik malah tidak difungsikan. Begitu pula dengan kolam ikan bahkan sudah dalam kondisi rusak dan terbengkalai.

Parahnya lagi, pengadaan lahan tidak melalui proses lelang dan tanpa melibatkan pihak Pemkab Bone yang seharusnya menyediakan lahan. Malah diduga menggunakan lahan pribadi yang ditetapkan melalui penunjukan langsung.

Click to comment
To Top