Dokter Gadungan DPO, Kok Bisa Polisi Kecolongan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dokter Gadungan DPO, Kok Bisa Polisi Kecolongan

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE— Langkah kepolisian menangguhkan penahanan dokter gadungan menjadi bumerang. Dokter kecantikan gadungan, Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha melarikan diri. Pihak kepolisian telah menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi tersangka.

Kapolres Bone, AKBP Muh Kadarislam Kasim mengaku, pihaknya telah menyebar foto Aemyza. Foto tersangka kata dia disebar, setelah penetapan DPO pasca melarikan diri saat menjalani wajib lapor.
“Kita sudah terbitkan surat DPO bagi yang bersangkutan. Pasalnya, keberadaan tersangka tidak diketahui dan mangkir dari wajib lapor sesuai dengan persyaratan saat penangguhan penahanan,” ujarnya.
Aezma bersama Rini diketahui telah ditetapkan tersangka namun tidak ditahan dengan alasan koperatif. Keduanya dikenakan wajib lapor setiap Kamis.. Namun belakangan, hanya Rini yang rutin melapor sementara Aemyzaa tak pernah muncul selama berada di Enrekang.

“Foto tersangka sudah kita sebar, dan mengenai keberadaan yang bersangkutan sementara dalam pencarian anggota,” tukasnya.
Ketua PMII Cabang Bone, Sudri menilai, kaburnya dokter gadungan (Aemyzaa) merupakan tamparan keras bagi institusi kepolisian.
“Ini menjadi bukti lemahnya pengawasan dari pihak kepolisian. Bahkan publik bisa saja menaruh curiga, bisa saja memang di arahkan seperti ini karena melihat juga kasus dokter gadungan ini sudah terbilang mandek, terkesan ditunda-tunda padahal bukti-buktinya pada saat penangkapan cukup kuat,” ujar Sudri.

Diketahui, Polres Bone berhasil mengungkap praktik jasa kecantikan yang melibatkan dokter gadungan.
Adalah Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha, nama dokter cantik diringkus satuan Reserse Kriminal Polres Bone, Rabu dinihari, 20 Februari lalu.
Wanita yang disebut-sebut sebagai dokter kecantikan asal Singapura ini ditangkap atas dugaan tindak pidana malpraktik. Ia ditangkap di salah satu hotel berbintang di daerah ini. Dilaporkan ada enam orang yang sudah menjadi korbannya.

Berdasarkan data dari KTP-nya, wanita ini ternyata warga Kota Parepare yang lahir di Enrekang.
Kasus ini terbongkar setelah korban melapor ke polisis. Polisi pun bergerak dan menangkap tersangka di hotel.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka memasang tarif mulai Rp5 juta sampai Rp13 juta. .
Dalam menjalankan aksinya, Emha tak sendirian. Ia dibantu seorang pemilik salon bernama Rini. Wanita inilah yang mempromosikan sekaligus mencari pelanggan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top