DPKPP Bone Diminta Tak Tutup Mata – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

DPKPP Bone Diminta Tak Tutup Mata

Proyek rehabilitasi trotoar dan drainase di Jl Ahmad Yani, tepatnya depan kantor bupati yang menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Rehab Trotoar Jl Ahmad Yani Disorot

PENULIS : BAHARUDDIN – ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONEDinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bone terkesan melakukan pembiaran terhadap pekerjaan proyek rehabilitasi saluran drainase dan trotoar di Jl Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor Bupati Bone. Meski pekerjaan proyek bernilai Rp167 tersebut disorot berbagai kalangan, termasuk legislator. Pasalnya, pemasangan cor slop beton diduga menyalahi bestek. Indikasi ini diperkuat dengan pemasangan slop yang langsung dipasang di atas tegel bekas trotoar lama, tanpa dilakukan penggalian atau membuka tegel. Kondisi ini dipastikan akan mengurangi daya rekat cor karena tidak menyatu dengan tanah.

Anggota Komisi III DPRD Bone, Rudianto Amunir mengatakan dinas terkait dalam hal ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone tak boleh tutup mata dengan kondisi ini. Pekerjaan proyek yang terkesan asal-asalan dilakukan secara terbuka, bahkan di depan kantor orang nomor satu di daerah ini. Rudi, panggilan akrab politisi muda Partai NasDem ini menegaskan konsultan pengawas merupakan pihak ketiga yang berdasarkan kontrak bertanggungjawab dalam pengawasan dan pertimbangan teknis kepada rekanan pelaksana.

“Makanya dinas terkait selaku pemilik proyek harus memberi teguran, supaya tidak timbul kesan pembiaran,” tutur Rudi. Rudi menambahkan DPKPP harus meminta meminta pertanggungjawaban konsultan mengenai kelalaian tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin mengatakan, tidak dibenarkan adanya pemasangan cor yang hanya ditempel di atas tegel. “Itu jelas melanggar dan harus dibongkar. Saya mendukung jika DPKPP (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) memerintahkan membongkar itu,” tegasnya.
Lanjut Kaharuddin, pihaknya mengingatkan kepada kontraktor untuk tidak cuma mengejar keuntungan dengan mengabaikan kualitas proyek yang dikerjakan.

Salah seorang kontraktor bernisial AM mengatakan sejatinya pengecoran seperti diawali dengan penggalian, sehingga daya rekat material semakin kuat. “Idealnya digali dulu baru cor slop-nya. Atau paling tidak dihancurkan tegelnya sehingga cor bisa menyatu dengan beton di bawahnya,” tutur AM.

AM mengakui kontraktor saat ini sulit bekerja sesuai bestek karena diduga potongan fee sebelum pekerjaan dimulai.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DKPP Bone, Syahrul yang dihubungi RADAR BONE melalui sambungan telepon, Minggu, 21 Mei kemarin tak ada jawaban. Demikian pula pesan pendek yang dilayangkan kepadanya tak dibalas.

Kepala DKPP Bone, H Syafruddin Usman juga tak memberikan respon saat dihubungi melalui ponsel yang biasa digunakan. Pekerjaan rehabilitasi drainase dan trotoar di depan kantor bupati dianggarkan Rp167 juta. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

Pantauan RADAR BONE, Minggu, 21 Mei kemarin, pekerjaan proyek rehabilitasi trotoar dan drainase ini masih berlanjut. Pekerjaan sebelumnya yang disorot publik tak dibenahi alias masih seperti semula.
Proyek ini mengundang kontroversi karena disebut proyek rehabilitasi trotoar dan drainase, namun fakta di lapangan penutup drainase alias trotoar lama tak dibongkar, melainkan akan ditutup saja.

*

To Top