DPKPP Perintahkan Kontraktor Benahi Kualitas Pekerjaan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

DPKPP Perintahkan Kontraktor Benahi Kualitas Pekerjaan

Proyek rehabilitasi trotoar dan drainase di Jl Ahmad Yani yang disorot publik. DPKPP Kabupaten Bone selaku instansi pemilik proyek memerintahkan dibenahi.

Rehab Troator Jl Ahmad Yani Disorot

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Mengemukanya berbagai kalangan terhadap proyek rehabilitasi trotoar dan drainase di Jl Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Bupati Bone ditanggapi pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone.

Kepala DPKPP Bone, Drs H Syafruddin Usman mengatakan dirinya telah memerintahkan kepada kontraktor untuk membenahi pekerjaan proyek tersebut sesuai harapan publik.

Meskipun diakui sesuai teknis pekerjaan atau RAB tidak mengharuskan pembuatan slop cor tersebut diawali penggalian atau pembongkaran tegel pada bangunan trotoar sebelumnya.

Syafruddin sesuai teknis perencanaan, tegel yang ada pada bangunan trotoar sebelumnya bisa tidak dibuka. Karena troatoar dimaksud, sambung Syafruddin cuma dilewati pejalan kaki.

“Makanya RAB-nya tidak dibuka tegelnya dan kontraktor ikuti sesuai dengan RAB yang ada. Tapi dengan adanya sorotan publik, maka kami perintahkan untuk dihancurkan tegelnya kemudian dicor,” kata Syafruddin kepada RADAR BONE, Senin, 22 Mei kemarin.

Terkait dugaan setoran fee proyek, Syafruddin menegaskan, bahwa itu sama sekali tidak benar. “Tidak ada pemotongan fee sedikit pun, saya tidak berani melakukan hal seperti itu. Sudah ada beberapa dinas yang kami tempati, tidak pernah saya minta kepada kontraktor untuk pemotongan fee,” tegas Syafruddin.

Diberitakan sebelumnya, pekerjaan proyek bernilai Rp167 juta tersebut disorot berbagai kalangan, termasuk legislator. Pasalnya, pemasangan cor slop beton diduga menyalahi bestek. Indikasi ini diperkuat dengan pemasangan slop yang langsung dipasang di atas tegel bekas trotoar lama, tanpa dilakukan penggalian atau membuka tegel. Kondisi ini dipastikan akan mengurangi daya rekat cor karena tidak menyatu dengan tanah.

Anggota Komisi III DPRD Bone, Rudianto Amunir mengatakan dinas terkait dalam hal ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone tak boleh tutup mata dengan kondisi ini.

Pekerjaan proyek yang terkesan asal-asalan dilakukan secara terbuka, bahkan di depan kantor orang nomor satu di daerah ini. Rudi, panggilan akrab politisi muda Partai NasDem ini menegaskan konsultan pengawas merupakan pihak ketiga yang berdasarkan kontrak bertanggungjawab dalam pengawasan dan pertimbangan teknis kepada rekanan pelaksana. “Makanya dinas terkait selaku pemilik proyek harus memberi teguran, supaya tidak timbul kesan pembiaran,” tutur Rudi.

Rudi menambahkan DPKPP harus meminta meminta pertanggungjawaban konsultan mengenai kelalaian tersebut. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, H Kaharuddin mengatakan, tidak dibenarkan adanya pemasangan cor yang hanya ditempel di atas tegel.

“Itu jelas melanggar dan harus dibongkar. Saya mendukung jika DPKPP (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) memerintahkan membongkar itu,” tegasnya.

Click to comment
To Top