Dua Mantan Karyawan PDAM Segera Disidang – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dua Mantan Karyawan PDAM Segera Disidang

Penyidik Kejaksaan Negeri Bone saat melakukan penyitaan barang bukti di Kantor PDAM Bone di Jl Gunung Jaya Wijaya terkait pemeriksaan dua mantan karyawan PDAM yang menjadi tersangka kasus korupsi.

PENULIS : HERMAN

WATAMPONE, RB—Kejaksaan Negeri Bone segera merampungkan berkas perkara dua kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan karyawan PDAM Bone. Dalam waktu dekat berkas tersangka Andi Singkeru Rukka dan Nursiha akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar.

Kasi Pidana Khusus Kejari Bone, Abd Malik yang ditemui RADAR BONE mengatakan berkas keduanya sudah dinyatakan P21.“Bulan ini akan dilimpahkan berkas dua tersangka kasus korupsi, atas nama Andi Singkeru Rukka dan Nursiha,” katanya.

Sebelumnya, dua mantan pejabat PDAM Bone, Andi Singkeru Rukka dan Andi Nursiah, ditahan Kejaksaan Negeri Bone, Kamis 8 Desember 2016. Keduanya adalah tersangka dalam kasus dugaan korupsi di perusahaan daerah penyedia air minum tersebut. Sebelum ditahan, Andi Singkeru Rukka sempat menjalani pemeriksaan di ruang Seksi Pidana Khusus, pukul 10.00 Wita. Sementara tersangka Andi Nursiah menyusul. Pasca diperiksa, keduanya pun langsung digelandang ke Lapas Klas IIa Watampone menggunakan mobil tahanan.

Tersangka Andi Singker Rukka terseret ke dalam kasus dugaan korupsi karena tidak melaporkan 59 sambungan baru ke kantor pusat PDAM. Setiap sambungan liar tersebut dimintai biaya Rp2 juta. Sebagai pimpinan di Unit Pelayanan PDAM Biru, pria yang akrab disapa A Tato ini juga dinilai ikut bertanggungjawab dalam kasus yang menyeret anak buahnya Nursiha tidak melakukan penyetoran pembayaran rekening air dalam kurun waktu 2010-April 2015 sesuai tagihan. Nursiha cuma menyetor uang sebesar Rp770 juta ke kas PDAM. Padahal sejatinya, dia menyetor sebesar Rp1,6 miliar. Sehingga perusahaan mengalami kerugian Rp876 juta dari rekening air.
*

To Top