Dugaan Korupsi Anggaran Swakelola DLH, Polisi Telusuri Keterlibatan Oknum Pejabat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Dugaan Korupsi Anggaran Swakelola DLH, Polisi Telusuri Keterlibatan Oknum Pejabat

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penyidik unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bone, terus mendalami kasus dugaan korupsi anggaran swakelola di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebanyak 60 saksi telah diperiksa, termasuk Sekda Bone, HA Surya Dharma, rekanan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kapolres Bone, AKBP Muh Kadarislam Kasim memastikan, polisi tak pandang bulu dalam melakukan penegakan hukum. Ia menegaskan, siapapun yang terlibat korupsi pasti akan ditindak.
Ia menegaskan, sejauh ini penyelidikan terus dilakukan sembari menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sudah ada beberapa rekanan yang telah diperiksa. Total ada 60 saksi yang sudah kita ambil keterangannya. Intinya, kasus ini masih sementara bergulir di penyidik,” ujar Kapolres yang baru saja menunaikan ibadah umrah ini.

Kapolres, juga menyinggung keterlibatan Sekda dalam kasus ini. “Untuk pemeriksaan Sekda, nanti saya akan koordinasikan dengan Kasat Reskrim bersama penyidik,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muh Pahrun menambahkan, hasil audit BPK menjadi pintu masuk penyidik untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Jika kemudian hasil audit BPK ditemukan adanya kerugian negara, itu menjadi rujukan penyidik dalam menetapkan tersangka. Sebaliknya, jika hasil audit BPK tidak menemukan kerugian negara, maka tentu kasus ini akan kita hentikan,” ujarnya.

Pahrun juga membenarkan sudah ada rekanan yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi anggaran swakelola tersebut. Termasuk Pemilik salah satu bengkel di Kota Watampone yang turut dimintai keterangan terkait dugaan permainan kwitansi yang menguntungkan pemilik bengkel dan pejabat DLH.

“Soal siapa rekanannya yang telah diperiksa itu belum bisa kita beberkan. Yang jelas ada rekanan yang telah kita periksa, termasuk juga PPTK. Intinya sudah ada 60 orang yang sudah kita ambil keterangannya,” jelasnya.

Soal keterlibatan Asmar Arabe dalam kasus tersebut, Pahrun menegaskan masih didalami penyidik.  Sementara itu, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bone, Asmar Arabe irit bicara sejak kasus dugaan korupsi DLH ini mencuat. Sebelumnya, Asmar getol membantah adanya penyalahgunaan anggaran swakelola di DLH. Bahkan dirinya mengklaim sudah ada hasil audit BPK yang menemukan tidak adanya kerugian negara dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Kini Asmar seakan pasrah atas kasus yang tengah membelitnya itu. Asmar diduga kuat terlibat penyalahgunaan anggaran swakelola DLH Tahun 2017. Penghitungan sementara kerugian negara dari penyidik, sebesar Rp900 juta.

Asmar kepada RADAR BONE mengaku, menyerahkan sepenuhnya proses tersebut ke penegak hukum. Termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang tengah melakukan audit terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran swakelola DLH.

“Semuanya kita serahka n kepada pihak yang berwenang. Soal saya disebut terlibat, bukan kapasitas saya untuk menjawabnya. Serahkan saja ke BPK untuk mengaudit ulang kalau memang ada yang dianggap kurang tepat,” tutupnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top