Eksekusi Lahan di Bone Nyaris Ricuh – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Eksekusi Lahan di Bone Nyaris Ricuh

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Eksekusi lahan di Kompleks Pasar Sentral Tradisional Modern Palakka di Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat diwarnai aksi pembakaran ban bekas dari pihak tergugat, H Nusu, Rabu, 2 Agustus kemarin sekira pukul 09.00 Wita.

Puluhan kerabat tergugat memblokir akses masuk ke lokasi tempat eksekusi menggunakan kayu dan bambu runcing. Sementara pihak Pengadilan Negeri Watampone yang pimpin Juru Sita, Rusdyanto SH dibantu pasukan gabungan Brimob, Polres Bone serta Koramil berupaya melakukan mediasi antar kedua belah pihak.

Eksekusi sempat memanas setelah pihak pengadilan meminta agar diperbolehkan masuk untuk menunjuk perbatasan tanah yang akan dieksekusi. Sejumlah kerabat pihak tergugat sempat berupaya menghalangi, namun upaya itu berhasil diredam petugas. Tergugat, H Nusu yang ditemui RADAR BONE mengatakan, pihaknya menerima keputusan pengadilan jika keputusan itu benar dan dapat menunjukkan pihak yang menang dan kalah.

“Yang penting perbaiki berkas. Siapa yang menang dan kalah, karena ini tanah saya beli sejak tahun 1995,” katanya.
H Nusu mengaku orang yang pertama membeli tanah tersebut. Sementara pihak penggugat mengklaim membeli tanah itu pada tahun 1999. “Saya sudah 20 tahun tinggal di sini, bapaknya H Syarifuddin belum datang di sini pada waktu itu,” tambahnya.

Juru Sita Pengadilan Negeri Watampone, Rusdyanto SH yang ditemui RADAR BONE mengatakan, berdasarkan penetapan pengadilan dengan nomor 03/Pen.Pdt/2017/PN/Wtp memerintahkan untuk dilakukan eksekusi lahan.

“Dalam putusan itu menetapkan pihak penggugat Syarifuddin Bin H Baco Isa sebagai pemenang melawan tergugat H Nusu,” katanya.

Adapun objek yang dieksekusi adalah satu Unit Rumah Permanen yang dijadikan bengkel motor, tiga Unit Rumah Semi Permanen, serta Tanah Kosong

Kabag Ops Polres Bone, Kompol Asrofi mengatakan, pihak keluarga tergugat telah menyepakati akan mengevakuasi barang serta membongkar bangunannya sendiri.

“Pihak keluarga tergugat sudah menyanggupi, sehingga itu perlu diberi waktu dan dikomunikasikan kembali antara dua belah pihak,” ujarnya.

*

To Top