Empat Tersangka PAUD Dirilis Polisi. Ini Fakta Penyidikannya – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Empat Tersangka PAUD Dirilis Polisi. Ini Fakta Penyidikannya

RADARBONE.CO.ID–Polisi telah menetapkan empat tersangka PAUD, Senin 7 Oktober 2019. Tiga diantaranya merupakan pejabat/pegawai bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Mereka adalah Hj Erniati, Kabid PAUD yang juga istri Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle, Sulastri, Kasi PAUD dan Dikmas dan Ikhsan, staf bidang PAUD yang juga memiliki peranan penting dalam pengadaan buku PAUD yang merugikan negara Rp4,9 miliar lebih.

Sementara satu tersangka lainnya, Masdar, merupakan pengawas TK yang berperan sebagai penyedia buku.

“Iye, ada empat tersangka PAUD yanh telah ditetapkan setelah melalui gelar perkara di Polda. Salah satunya Kabid PAUD yang Istri Wabup Bone,” ungkap Kapolres Bone, AKBP Muh Kadarislam Kasim.

Sementara itu, Polisi telah merilis hasil penyidikan dari kasus tersebut.

Pertama, Hj Erniati selaku kepala bidang PAUD dan Dikmas tidak melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam juknis Permendikbud Nomor 4 Tahun 2017 dan Permendikbud Nomor 2 Tahun 2018. Ia juga bertindak selaku Ketua Tim Managemen Dak Non Fisik BOP PAUD Kab. Bone, yang bertugas untuk memverifikasi data dapodik sampai dengan verifikasi hasil pelaksanaan pengadaan langsung dan swakelola dana BOP PAUD .

Sebagai Tim Monitoring, Evaluasi dan Supervisi, Erniati juga telah menerima pembayaran honor sebesar kurang lebih Rp40.000.000 pada tahun 2017 dan kurang lebih Rp40.000.000 pada tahun 2018.

Kemudian khusus untuk tahun 2017, Erniati selaku PPTK pada Kegiatan pengadaan alat peraga/praktek dan buku Siswa TK dengan metode pengadaan langsung, namun pengadaan tersebut pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pepres tentang pengadaan barang dan jasa.

Kedua, Sulastri, memerintahkan tersangka lainnya, Masdar untuk mengadakan buku bahan belajar yang kemudian dijual ke seluruh lembaga PAUD dengan menetapkan harga Rp20.000 perbuku pada tahun 2017 dan sebesar Rp17.500 pada tahun 2018. Kemudian pada saat pelaksanaan sosialisasi, Sulastri mengarahkan seluruh lembaga PAUD untuk menganggarkan buku bahan belajar ke dalam RKAS (Rencana Kegiatan, Anggaran Sekolah), dan pada saat pemeriksaan RKAS, Sulastri mencoret-coret RKAS lembaga PAUD jika tidak memasukkan atau menganggarkan buku bahan belajar sesuai dengan arahannya, dan dari hasil keuntungan harga buku dinikmati Sulastri pada tahun 2017 dan tahun 2018

Ketiga, Muh Ikhsan, selaku staf PAUD, telah menetapkan harga buku bahan belajar sebesar Rp. 20.000 per buku pada tahun 2017 dan sebesar Rp17.500 perbuku tahun 2018 sekaligus mengantar buku dan menerima harga buku dari seluruh lembaga PAUD dan menerima serta menikmati hasil keuntungan harga buku pada tahun 2017 dan tahun 2018

Keempat, Masdar selaku pengawas TK telah mengadakan buku bahan belajar untuk dijual kepada seluruh lembaga PAUD berdasarkan arahan Sulastri dan Ikhsan, kemudian menyampaikan harga buku kepada kedua tersangka itu, sebesar Rp8.500 perbuku namun harga buku yg telah dibeli dijawa hanya sebesar Rp5.250. Selanjutnya menetapkan harga buku bahan belajar sebesar Rp20.000 perbuku pada tahun 2017 dan sebesar Rp. 17.500 perbuku pada tahun 2018, kemudian memerintahkan Mustamin, untuk membuat dan menandatangani seluruh dokumen berupa kwitansi, faktur dan nota pesanan untuk dipertanggung jawabkan oleh lembaga PAUD. Termasuk mengantar buku dan menerima harga buku dari seluruh lembaga PAUD di Bone serta menerima dan menikmati hasil keuntungan harga buku pada tahun 2017 dan tahun 2018.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top