Enam SMK Dapat Bantuan RPS  – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Enam SMK Dapat Bantuan RPS 

PENULIS: AGUSTAPA

 

RADARBONE CO.ID, WATAMPONE Sebanyak enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bone yakni SMKN 1 Bone, SMKN 2 Bone Kelurahan Panyula, SMKN 3 Bone Kecamatan Libureng, SMKN 5 Bone Kecamatan Mare, SMKN 6 Bone Kecamatan Kajuara dan SMKN 7 Watampone yang berada di Kelurahan Biru.

Sebelum pembangunan RPS itu dilaksanakan, diawali dengan peletakan batu pertama secara simbolis di SMKN 7 Watampone atau SMKN 3 Watampone oleh Kepala UPT Pendidikan Wilayah Bone Drs. Andi Syamsu Alam, M.Pd yang dihadiri seluruh penerima bantuan RPS yang berlangsung, Senin, 21 Agustus 2017 lalu.

Kepala UPT Pendidikan Wilayah Bone Drs. Andi Syamsu Alam, M.Pd mengatakan sebelum kegiatan pembangunan RPS berlangsung di enam SMK di Bone, diawali dengan peletakan batu pertama secara simbolis yang dipusatkan di SMKN 3 Watampone. “Jadi di sini semua penerima bantuan RPS hadir. Bahkan mereka secara bergantian melakukan peletakan batu pertama pembangunan RPS Program Keahlian Akomodasi Perhotelan,” katanya.

Sedangkan Kepala SMKN 7 Bone Drs. Muhammad Arif Wahab yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan bantuan RPS yang diperuntukan enam sekolah kejuruan itu bervariasi. Ada yang mendapat bantuan RPS Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ), ada juga yang mendapat bantuan RPS Program Keahlian Busana, Teknik Gambar Bangunan dan Akomodasi Perhotelan. “Kalau SMKN 7 Bone itu, kita mendapat bantuan pembangunan Hotel Mini,” katanya.

Bantuan RPS yang disalurkan pemerintah bagi sekolah kejuruan itu hanya dikhusukan sekolah kejuruan yang mengembangkan Teknik Rekayasa, Teknik Maritim Kelautan dan Kepariwisataan. “Khusus di Kabupaten Bone, sekolah kejuruan yang mendapat bantuan RPS Akomodasi Perhotelan dan Busana Butik masuk dalam Teknik Kepariwisataan. Sedangkan bantuan RPS untuk program keahlian Teknik Gambar Bangunan dan TKJ masuk dalam Teknik Rekayasa,” bebernya.

Menurut Muhammad Arif Wahab, sekolah kejuruan yang menerima bantuan RPS ada dua persyaratan yang harus dimiliki yakni minimal memiliki siswa 108 pada program keahlian yang dikembangkan dan memiliki lokasi.

 

Click to comment
To Top