Fahsar Impikan Bone Pusat Studi Budaya – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Fahsar Impikan Bone Pusat Studi Budaya

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Kabupaten Bone dibawah kendali Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi telah menunjukkan sejumlah kemajuan. Hanya saja, orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini masih menyimpan satu obsesi besar yang diwujudkan.

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi memang dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi budaya daerah. Ini ditandai dengan beberapa kegiatan dan ritual peninggalan leluhur yang dihidupkan kembali. Salah satunya adalah ritual ‘Maccera’ yang dilaksanakan di areal Taman Arung Palakka, Selasa, 4 April kemarin. Seekor tedong (kerbau) berukuran besar di sembelih di lokasi tersebut.

Kepala kerbau ini selanjutnya diletakkan di depan tangga Museum Arajang, tempat penyimpanan benda-benda pusaka kerajaan Bone. Dengan didampingi Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi dan Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM, tamu kehormatan Walikota Bau-bau, Dr AS Thamrin MH pun dipersilakan melangkahi kepala kerbau tersebut sebelum memasuki museum Arajang yang berlokasi di komplek rujab bupati untuk pelaksanaan pra Mattompang atau pembersihan benda pusaka kerajaan. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Jadi Bone ke-687 yang jatuh pada pada, Kamis besok, 6 April 2016.

Bukti lain kecintaan Fahsar terhadap budaya Bone adalah dihelatnya kegiatan Napak Tilas perjalanan raja Bone, Arung Palakka dari tanah Bone, tepatnya di Cempalagi, Desa Mallari, Kecamatan Awangpone menuju Buton, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dipusatkan di Cempalagi, Selasa, 4 April kemarin dengan menghadirkan rombongan kesultanan Buton yang dipimpin Walikota Bau-bau, Dr AS Thamrin, MH.

Kegiatan ini merupakan hajatan balasan, setelah Pemerintah Kota Bau-bau terlebih dahulu menghelat kegiatan serupa pada 17 Oktober 2016, tepatnya pada HUT Kota Bau-bau. “Ide ini saya sampaikan kepada bapak Walikota Bau-bau pada saat HUT Bau-bau tahun 2015. Dan Alhamdulillah, pada perayaan HUT Bau-bau tahun 2016, dilaksanakan napak tilas perjalanan raja kita, Arung Palakka. Karenanya, giliran kita Bone melaksanakan di Cempalagi ini,” tutur Fahsar saat memberi sambutan pada acara Napak Tilas perjalanan Arung Palakka di Cempalagi, kemarin.

Sebelumnya, Fahsar mengungkapkan tentang obsesi besarnya untuk menjadikan Bone sebagai pusat rujukan budaya Bugis di tanah air. Ia bahkan bercita-cita untuk membangun sebuah perkampungan yang menjadi pusat budaya Bugis tersebut. “Sebenarnya saya memiliki obesesi untuk membangun sebuah tempat, di mana ditempat itu nantinya akan menjadi pusat studi budaya Bugis. Semuanya ada di situ nantinya,” ujar Fahsar bersemangat di hadapan wartawan dalam konferensi pers dalam rangka Hari Jadi Bone ke-687 di Hotel Novena, Senin, 3 April lalu.

Fahsar menampik bahwa obsesi tersebut sebagai bentuk ketertinggalan di masa modernisasi dewasa ini. Namun dengan adanya pusat studi budaya Bugis, sambung Fahsar akan menjadi tujuan wisata bagi warga Bone yang berada di rantau ketika kembali ke Bone. Demikian pula sebaliknya kepada warga di luar Bone yang ingin mempelajari budaya Bugis. “Mudah-mudah ini bisa kami wujudkan nanti,” kunci Fahsar.

*

To Top