Fahsar Masuk Nominasi Bupati Kinerja Terbaik – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Fahsar Masuk Nominasi Bupati Kinerja Terbaik

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kabar menggembirakan di akhir masa jabatan Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi. Ia dinominasikan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai kepala daerah yang berprestasi kinerja terbaik berdasarkan hasil evaluasi kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2015 tentang Undang-undang Nomor Nomor Tahun 2009 tentang Gelar,Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemberian Penghargaan kepada Penyelenggara Pemerintahan Daerah.
Berdasarkan EKPPD terhadap LPPD Tahun 2016 yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 – 53 Tanggal 10 Januari 2018 tentang Penetapan Peringkat Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional Tahun 2016, Kabupaten Bone masuk dalam kategori yang dinominasikan untuk diusulkan kepada Presiden RI sebagai calon penerima penghargaan anugrah tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha.

Kepastian penerimaan penghargaan tersebut disampaikan Kemendagri melalui surat yang ditujukan kepada Bupati Bone tertanggal 30 Januari 2018. “Ini suratnya sudah kita terima,” ujar Dr Ade Fariq Ashar MSi, Kabag Tata Kelola Pemerintahan Setda Bone saat ditemui RADAR BONE, sebelum bertolak ke Jakarta menemui Kemendagri, Senin, 12 Februari kemarin.
Berdasarkan hal tersebut, bupati diminta untuk segera menyusun dan menyiapkan kelengkapan administrasi sebagai bahan pertimbangan dalam sidang Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, berupa data profil kinerja kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) Tahun 2016. “Alhamdulillah, di bawah 2015 meningkat jadi 68. Dan Tahun 2016 sudah masuk 10 besar nasional. Itulah kenapa Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Militer Presiden akan melakukan survei lapangan dalam menilai sebelum diserahkan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Rencana tanggal 19 dan 21 Februari mereka turun,” tutur Ade.

Rencana penyerahan Satyalancana ini, sambung dia akan dilakukan pada puncak peringatan Hari Otonomi Daerah, April mendatang.
Lanjut Ade semua ini bisa dicapai berkat jerih payah SKPD, camat dan kepala bagian yang membantu penyusunan LPPD dengan baik. “Jadi ini sebenarnya rapornya pemerintah daerah yang dinilai secara nasional,” beber Ade.

Ada 820 indikator yang menjadi penilaian dan dibagi tiga tahap untuk bisa mendapatkan penghargaan tersebut.
Mantan Camat Barebbo ini menambahkan kunci keberhasilan ini juga tak lepas dari laporan yang ditunjang data-data pendukung. “Misalnya, Kenapa bisa pertanian bagus kinerjanya. Kita bisa mengatakan data saya 1,2 juta ton per tahun. Nah, kalau tidak ada bukti tidak bisa divalidasi. Jadi kemendagri tidak hanya melihat data-data yang kita sodorkan, tapi ada data pendukungnya,” jelas Ade.

Lebih jauh Ade mengungkapkan selama ini peringkat LPPD masih di bawah karena penyusunan laporan masih dianggap sebatas pelepas tanggungjawab belaka. “Untuk perbaikan kualitas laporan dalam setahun kami lakukan tiga kali pertemuan. Pertama, menyamakan persepsi, kami mengundang kepala-kepala perangkat daerah untuk berkomitmen dulu agar di setiap perangkat yang dipimpinnya ada tim penyusun yang mau menyediakan data valid. Kedua, setelah ada komitmen, kami mengadakan bimbingan teknis yang dilakukan orang-orang yang akan mengevaluasi, seperti kemendagri dan inspektorat provinsi. Inilah yang membuka cakrawala berpikir teman-teman dalam menyusun laporan sehingga tidak salah persepsi,” kunci Ade

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top