Fahsar Minta Pemekaran Dipercepat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Fahsar Minta Pemekaran Dipercepat

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Meski persyaratan pembentukan daerah otonom baru sudah dipenuhi pemerintah daerah. Namun, usulan pemekaran Kabupaten Bone hingga kini berlarut-larut. Sudah belasan tahun, isu pemekaran Bone Selatan bergulir. Bahkan, sejak 2013 lalu, pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar dalam APBD sebagai kewajiban kabupaten induk menyediakan dana hibah bagi daerah otonom baru.

Sesungguhnya, tak hanya Bone Selatan yang diusulkan mekar. Warga yang bermukim di wilayah Bone bagian Barat pun pernah menyuarakan pembentukan Bone Barat. Namun, langkah perjuangannya tidak secepat dengan warga di Bone Selatan.

Terkhusus Bone Selatan, seluruh persyaratan telah dipenuhi pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi. Namun Kabupaten Bone Selatan tak kunjung terwujud.

Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi menegaskan, pihaknya terus mengawal jalannya pemekaran Bone Selatan. Fahsar menginginkan Bonsel secepatnya dimekarkan.

“Sebenarnya bolanya bukan lagi di pemerintah daerah, melainkan di DPD dan DPR RI. Kita di pemerintah daerah sudah melengkapi seluruh persyaratannya, baik itu administrasinya.

Termasuk kewajiban daerah induk dalam bentuk dana hibah,” ungkapnya usai membuka bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa, Senin, 21 Agustus kemarin.

Anggaran yang dimaksud Fahsar, yakni dana hibah yang dianggarkan Rp5 miliar untuk Bone Selatan (Bonsel), yang akan terus dialokasikan Pemkab Bone sampai daerah itu dimekarkan.

Diketahui, Bone Selatan (Bonsel) dan Luwu Timur, merupakan dua daerah di Sulsel yang menjadi prioritas yang akan dimekarkan. Bahkan daerah ini diupayakan mekar sejak 2016 lalu. Namun faktanya, sampai sekarang pemekaran dua DOB tersebut berlarut-larut.

Berakhirnya masa jabatan anggota DPR RI periode 2009-2014 yang tergabung dalam Pansus pembahasan DOB membuat pemekaran Bonsel terkatung-katung. Padahal, sebelumnya Bonsel sudah masuk dalam salah satu DOB yang akan dimekarkan.

Anggota komisi I DPRD Bone, HA Suaedi menegaskan akan terus mengawal jalannya pemekaran Bonsel.
Suaedi menyebutkan, persyaratan administrasi terkait pemekaran Bonsel, semuanya sudah dilengkapi.
Suaedi juga mengharapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone membentuk tim pendamping untuk bersama-sama memperjuangkan pemekaran Bone Selatan.

“Intinya, forum pemekaran Bone Selatan ingin bersama-sama pemkab mengawal proses ini (Pemekaran),” ungkap Ketua Forum Komunikasi Pembentukan Kabupaten Bone Selatan (FKPBS) itu.

Sesungguhnya, tak hanya dana yang sudah disiapkan Pemkab Bone sebagai kabupaten induk, tapi juga telah disepakati ibukota Bone Selatan kelak, yakni Pallattae, yang kini menjadi ibukota Kecamatan Kahu. .
Setidaknya ada tujuh kecamatan yang kelak bergabung di Kabupaten Bone Selatan, yakni Kahu, Bontocani, Patimpeng, Kajuara, Salomekko, Libureng dan Ponre.

*

Click to comment
To Top