Fahsar Perintahkan Benahi Drainase di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Fahsar Perintahkan Benahi Drainase di Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya genangan air akibat buruknya drainase yang ada.
Pernyataan ini disampaikan Fahsar melalui akun facebook miliknya, Senin, 15 Mei kemari sekira pukul 11.00 Wita.

“Selaku kepala daerah, saya meminta maaf yang sebesar besarnya atas musibah banjir yang melanda Jl MH Thamrin dan sekitarnya.

Besarnya curah hujan yang menguyur Bone serta terhambatnya aliran air menuju saluran induk menjadi penyebab utama,” kata Fahsar.

Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini, menegaskan terkhusus di kawasan Jl MH Thamrin dan sekitarnya adalah kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya tak ingin tinggal diam. Instansi terkait pun sudah diperintahkan turun tangan.

“Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk mengambil tindakan dan langkah cepat untuk mengatasi itu semua.
Pelataran depan dari tiga rumah warga yang berada di pinggir jalan poros akan segera kita bobol. Walaupun sebenarnya ini kewenangan pusat karena jalan tersebut adalah jalan nasional. Ini persoalan tanggap darurat tak perlu lagi kita tunggu mereka (Pusat),” jelas Fahsar.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras mengguyur Kota Watampone selama dua hari, Sabtu-Minggu 13-14 Mei lalu menyebabkan sejumlah titik di dalam Kota Watampone tergenang air.
Banjir terparah terjadi di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Selain itu sejumlah rumah warga di Jl Lappawawoi Karaeng Sigeri juga tergenang. Ketinggian air hingga lutut orang dewasa ini menjadi sejarah banjir terparah di kawasan tersebut.
Seorang warga, H Nashar mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan banjir dan air memasuki rumah warga.

“Ini merupakan banjir terparah yang pernah terjadi,” katanya.
Genangan air juga terjadi di lingkungan Lappo Batue, Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Salah warga Labbo Batue, Juma mengatakan banjir di lingkungannya dipicu sistem drainase yang buruk.

“Seharusnya, sebelum pembangunan drainase dilakukan, pihak pemerintah harus memperhatikan jumlah debit air di musim hujan. Kalau begini jadinya, kita warga di sini yang dikorbankan,” ungkapnya.

Warga Lappo Batue lainnya, Ayu mengaku bukan cuma kali ini daerahnya tergenang banjir.
“Saya berharap pemerintah sigap dalam menyikapi persoalan seperti ini. Kasian kami warga di sini selalu jadi korban banjir saat hujan deras turun,” pintanya.

Penelusuran yang dilakukan RADAR BONE menemukan sejumlah titik yang dikepung banjir, seperti di kawasan Jl Ahmad Yani, Eks Pasar Sentral, Jl Agussalim, Jl Sukawati, Jl Lappawawoi Karaeng Sigeri, Kelurahan Panyula, Kelurahan Bajoe, BTN Mahkota II, Mapolsek Kajuara dan Mapolres Bone.

Banjir ini langsung direspon Basarnas Kabupaten Bone. Meski belum ada jatuh korban jiwa, tim yang dipimpin Kepala Basaranas Bone, Andi Sultan terjun memantau titik yang menjadi pusat banjir.

Terkait banjir dalam kota, Kelurahan Ta, Kecamatan Tanete Riattang bisa dibilang yang terparah. Ketinggian air di kelurahan ini berkisar 50 cm hingga 1 meter.

Sedikitnya 40 kepala keluarga diungsikan karena rumahnya tergenang. Evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet milik Basarnas.

Lurah Ta, A Yunita Eryani mengatakan banjir di wilayah dipicu sistem drainase yang buruk.
“Meluapnya air ini akibat drainase yang ada di sini tidak terlalu bagus. Bahkan beberapa titik yang tersumbat sehingga air meluap,” ungkapnya.

To Top