Fasilitas Pejabat Wah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Fasilitas Pejabat Wah

WATAMPONE, RB–Di tengah kemiskinan masih menjadi persoalan serius di daerah ini. Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone justru mempertontonkan fasilitas kendaraan yang tergolong mewah. Dinas Sosial Provinsi Sulsel merilis Februari lalu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bone sebanyak 314.569 jiwa. Ini berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebagai basis data untuk program perlindungan sosial 2015.

Angka ini terbilang fantastis jika melihat jumlah penduduk Bone yang mencapai 742.912 (Bone Dalam Angka 2016). Angka ini sekaligus menempatkan Bone sebagai daerah yang memiliki penduduk miskin terbanyak di Sulsel, setelah Gowa dan Makassar.

Ironisnya, di tengah persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan serius, kalangan pejabat Pemkab Bone justru mempertontonkan penggunaan fasilitas yang cukup mewah, khususnya kendaraan dinas.
Sebut saja misalnya, Bupati Bone yang difasilitasi mobil mewah jenis Toyota Land Cruiser Prado seharga Rp1,6 miliar.

Padahal sebelumnya, sudah ada mobil dinas lainnya, seperti Toyota Alphard (Rp700 juta), Toyota Harrier (Rp600 juta) dan Toyota Innova. Hal serupa juga dialami Wakil Bupati.
Orang kedua pemkab ini mengendarai randis jenis Toyota Camry di kisaran harga Rp600 juta dan Toyota Fortuner Rp400 juta.

Kemudian Sekkab mendapat mobil Toyota Fortuner Rp400 juta dan Toyota Innova seharga Rp300 juta.
Fasilitas sama juga dinikmati Ketua DPRD Bone berupa Toyota Fortuner seharga Rp500 juta dan Toyota Innova Rp300 juta.

Sementara untuk tiga wakil DPRD Bone mengendarai Toyota Innova masing-masing seharga Rp300 juta.
Pimpinan SKPD juga tak mau kalah, mereka difasilitasi mobil dinas jenis Toyota Innova seharga Rp280 juta. Beberapa diantaranya ada yang mengendarai double cabin di kisaran harga Rp400 juta.

Para camat, kepala bagian dan sekretaris SKPD juga tak ketinggalan menikmati fasilitas kendaraan terbilang mewah tersebut. Camat misalnya diberi mobil dinas Toyota Rush Rp250 juta. Kemudian kepala bagian dan sekretaris SKPD diberi fasilitas Toyota Avanza. Bahkan ada kepala bagian yang juga menikmati mobil Toyota Innova seharga Rp300 juta.

Selain itu, pada SKPD tertentu juga ada kepala bidang yang mendapatkan fasilitas mobil dinas sama dengan kepala bagian, yakni Toyota Avanza.

Di bandingkan dengan beberapa daerah tetangga, pejabat di daerah ini terbilang dimanjakan fasilitas mobil dinas. Di Sinjai misalnya, tipe kendaraan dinas pejabatnya sekelas Toyota Innova.
Fasilitas mewah di tengah persoalan kemiskinan masih mendera daerah ini mengundang sorotan berbagai kalangan.

Mantan Legislator DPRD Bone, A Susanto Baso Samad menilai dibutuhkan kepedulian pemerintah daerah dalam menanggulangi angka kemiskinan di Bone. “Jangan justru pejabatnya memperlihatkan kemewahan,” ujarnya.
Akademisi, Dharmawansyah turut mendorong pemerintah daerah untuk lebih peka. “Contoh daerah lain. Sinjai misalnya, paling tinggi tipe kendaraan dinas di wilayah itu adalah Innova.

Bahkan di Soppeng, wakil bupatinya pakai Avanza. Bandingkan kita di Bone, kepala dinasnya pakai Innova tipe terbaru, camat pakai Rush, sekretaris dinas pakai avanza. Semestinya malu ketika penduduk miskinnya tinggi,” kritiknya.

Praktisi Sosial Rahman Arif berharap pemerintah daerah membatasi pengadaan kendaraan dinas. “Bayangkan kalau anggaran kendaraan dinas itu dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan. Tentu manfaatnya lebih besar. Pejabat sudah mendapat tunjangan selain gaji. Mereka sudah mampu membeli kendaraan sendiri.
Janganlah terlalu dimanja yang ujung-ujungnya mereka malas bekerja,” tandasnya.

Lebih jauh dia mengharapkan anggaran yang dikelola pemerintah daerah melalui APBD yang sudah mencapai Rp2,1 triliun dialokasikan sebanyak-sebanyaknya untuk pengentasan kemiskinan.
Bukan sebaliknya, mempertontonkan gaya hidup yang terbilang wah.

To Top