Gaji Dihentikan, Nurman Pertanyakan SK Pemecatan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Gaji Dihentikan, Nurman Pertanyakan SK Pemecatan

Ilustrasi

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Nasib malang menimpa A Nurman Amal, Mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone. Setelah menebus kesalahan terkait kasus Balai Benih Ikan (BBI) Amali dengan menjalani hukuman di penjara. Gaji yang biasanya diterima tiap bulan dihentikan sejak Desember 2016. Alasannya, Nurman sudah dipecat sebagai PNS. Namun ironisnya, hingga kini Nurman belum menerima SK pemecatan dimaksud. Diakui Nurman dirinya terseret ke kasus BBI Amali karena jabatannya, bukan karena melakukan korupsi.

“Sejak bulan Desember lalu, gaji saya dihentikan dengan alasan saya sudah dipecat. Padahal sampai detik ini saya masih berstatus PNS karena belum ada SK pemecatan yang saya terima,” ungkap Nurman saat ditemui RADAR BONE, Rabu, 11 Juli kemarin.

Karena tak kunjung menerima SK pemecatan, Nurman melayangkan surat kepada bupati pada Mei lalu. Surat tersebut dimaksudkan untuk mempertanyakan kejelasan status Nurman.

“Memang saya sudah bersurat kepada bupati sejak bulan Mei lalu, dengan tujuan hanya mempertanyakan mengenai surat pemberhetian saya sebagai pegawai negeri sipil, karena gaji saya sudah dihentikan, sementara SKpemecatan belum keluar. Tapi informasi yang saya dapat dari pemda bahwa gaji saya itu tidak dihentikan hanya saja ditunda pencairannya,” jelasnya.

Nurman menegaskan dirinya tak mempermasalahkan jika harus dipecat. Namun ia berharap ada kejelasan status yang diperkuat dengan SK pemecatan.

“Kalau soal pemecatan saya sebagai PNS saya tidak permasalahkan karena saya taat hukum, namun yang saya tunggu saat ini hanya SK pemberhentian saja,” ujarnya.

Diakui Nurman, sesungguhnya ia pernah mengajukan usulan pensiun dini saat menjalani proses hukum beberapa waktu lalu. Maklum, masa pensiun Nurman baru terhitung pada September mendatang. Namun, usulan pensiun dini tersebut tak direspon pemerintah daerah.

“Waktu itu, saya juga sempat mengusulkan untuk pensiun dini namun tidak ditanggapi dari pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Nurman dari beberapa PNS yang diberhentikan, cuma dirinya yang belum mendapat SK pemberhentian.
“Memang saat ini yang diberhentikan jadi PNS hanya saya yang belum menerimah SK, karena saya golongan IV C, jadi langsung pusat yang bisa berhentikan. Saya juga sempat masuk kantor setelah saya jalani proses hukum, tapi secara tiba-tiba gaji saya di stop maka saya tidak masuk lagi,” pungkasnya.

*

To Top