Gaji PNS di Bone Diduga ‘Disunat’ – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Gaji PNS di Bone Diduga ‘Disunat’

ilustrasi

PENULIS : AGUSTAPA – SYAMSUL BAHRI

WATAMPONE, RB—Jelang perayaan kegiatan 17 Agustus, gaji pegawai negeri sipil (PNS) di beberapa kecamatan ‘disunat’. Pemotongan gaji ini bervariasi, disesuaikan dengan golongan PNS. Di Kecamatan Patimpeng misalnya, PNS setempat dipotong gajinya mulai Rp80 ribu hingga Rp130 ribu per orang. Dengan perincian, PNS golongan II mendapat pemotongan terendah, yakni Rp80 ribu.

Disusul PNS golo-ngan III Rp100 ribu dan PNS golongan IV Rp130 ribu. “Pemotongan gaji itu dilakukan pada saat penerimaan gaji 13 lalu,” tutur seorang pegawai yang enggan dipublikasikan identitasnya.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Patimpeng A Adri, SPd yang dikonfirmasi RADAR BONE Jumat, 22 Juli lalu, tak menampik pemotongan gaji PNS tersebut. Namun demikian, kata Adri pemotongan atas persetujuan PNS bersangkutan dan bukan paksaan. Melainkan sebagai bentuk partisipasi dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan perayaan 17 Agustus 2016.

Penetapan besaran sumbangsih PNS, kata Adri ditetapkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai unsur, diantaranya Tripika, Kepala Sekolah, Kepala Desa, Guru dan Pegawai. “Dalam rapat tersebut disepakati, bahwa dalam rangka HUT Proklamasi, kepala desa berpartisipasi sebesar Rp1 juta, pegawai golo-ngan IV Rp130 ribu, Golongan III Rp100 ribu, golongan II Rp80 ribu,” ungkapnya.
Rapat koordinasi, kata Adri dibuka Camat Patimpeng. Ke-giatan Agustusan, lanjut Adri merupakan program tahunan di Patimpeng. “Maka dari itu, demi meriahnya peringatan HUT RI tersebut, panitia menggelar rapat koordinasi untuk meminta partisipasi jajaran pegawai di Kecamatan Patimpeng. Sumbangan mereka digunakan untuk seluruh kegiatan HUT RI. Mulai dari lomba dalam kegiatan kepramukaan, sepak bola dan lain-lain sebagainya,” paparnya.

Dia menegaskan, jika ada guru yang mengeluhkan pembayaran tersebut, dia meminta agar melapor ke panitia. “Kalau memang tidak mampu kami bebaskan mereka dari partisipasi tersebut. Karena partisipasi ini sifatnya sukarela bukan paksaan. Kalau memang sudah membayar kami siap kembalikan,” tegasnya.

Pemotongan gaji tak hanya terjadi di Patimpeng, tapi juga di Kecamatan Awangpone.
Para PNS di wilayah ini juga dikenakan pemotongan berdasarkan golongan. Namun pemoto-ngan gaji PNS di Awangpone lebih rendah dibanding di Patimpeng. PNS golongan II misalnya, cuma dikenakan pembayaran Rp60 ribu. Kemudian golongan III Rp80 ribu dan golongan IV Rp100 ribu. “Untuk sumbangan kegiatan HUT RI, gaji 13 yang dipotong saat terima gaji,” ucap seorang pegawai setempat seraya meminta namanya tidak dikorankan.

Ketua Panitia HUT RI Kecamatan Awangpone, A Alisyahbana SPd kepada RADAR BONE juga mengakui pemotongan gaji tersebut. Menurut Alisyahbana penarikan biaya di kalangan PNS hanya bersifat sukarela.“Itu hanya sebagai bentuk partisipasi dari PNS yang mau memeriahkan 17 Agustus, tapi hal ini sifatnya hanya partisipasi saja. Bukan kewajiban bagi kalangan PNS,” ungkap Alisyahbana yang juga Kepala UPTD Pendidikan Awangpone tersebut. Alisyahbana membeberkan biaya kegiatan HUT RI yang ditarik dari PNS mulai Rp60 ribu hingga Rp100 ribu. “Kalau golongan IV sebesar Rp100 ribu, golongan III Rp80 ribu dan golongan II sebesar Rp60 ribu,” ungkapnya. Kepala desa di Kecamatan Awangpone juga dibebankan biaya HUT RI Rp1 juta per desa.

Pemotongan gaji PNS juga terjadi di Kecamatan Tellu Siattinge. Di Tellu Siattinge, PNS dipotong gajinya mulai Rp75 ribu sampai Rp200 ribu. Selain itu, bag i kepala desa tetap Rp1 juta. Sedangkan dua kelurahan di wilayah itu masing-masing Rp500 ribu Sementara itu, Barebbo dan Cina besaran pemotongan gaji PNS di dua wilayah ini terbilang tinggi dibanding Patimpeng dan Awangpone. PNS di Kecamatan Barebbo dan Cina dimintai biaya Rp200 ribu, Sedangkan pembebanan biaya HUT RI bagi kepala desa tak berbeda dengan kecamatan lain, yakni Rp1 juta per desa. Diduga kecamatan lain juga mengalami hal serupa.

*ASKAR SYAM

To Top