Gapoktan Diminta Rp500 Ribu Perorang – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Gapoktan Diminta Rp500 Ribu Perorang

Salah seorang petani saat menanam padi beberapaa waktu lalu.

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Gabungan kelompok tani (Gapoktan) mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan tudang sipulung. Hanya saja, kegiatan tudang sipulung kali ini membebani peserta pembayaran sejumlah uang. Tak tanggung-tanggung setiap gapoktan diminta mengutus dua peserta dengan biaya Rp500 ribu per orang.

Ketua Gapoktan Lapatong Kelurahan Bukaka, M Nawawi kepada RADAR BONE Selasa 10 Mei kemarin mengatakan pihaknya mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan tudang sipulung dimaksud. Hanya saja, karena dana yang dimiliki terbatas, sehingga hanya dirinya yang mendaftarkan diri.

“Hanya saya yang ikut dari Gapoktan Lapatong, mengingat dana tidak cukup, karena harus dibayar. Makanya satu orang saja yang mengikuti. Barusan ada ke-giatan seperti ini ada pembayaran, karena kita akan dibagikan juga baju, topi dan piagam dan ini termasuk juga uang konsumsi,” tutur Nawawi seraya menegaskan, bahwa kegiatan tersebut diwajibkan untuk ikut menjadi peserta.

Nawawi menambahkan, baru kali ini dirinya akan mengikuti kegiatan tudang sipulung yang membebani gapoktan pembayaran sejumlah uang.
“Kalau seperti biasanya, jika ada pertemuan di Makassar atau di Batang Kaluku (Gowa), tidak ada yang dibayar. Bahkan kita sebagai peserta yang dibayar, saya sering mengikuti pertemuan, baru kali ini dibayar,” bebernya.

Nawawi mengungkapkan untuk menutupi biaya sebagai peserta, dirinya menggunakan bunga dari pinjaman bergulir yang bersumber dari Dana PUAP.

“Karena di gapoktan kami telah menerima bantuan bergulir sebesar Rp100 juta pada 2012, maka dana itu digunakan untuk membantu petani mengenai sarana produksi. Maka dana itu dimanfaatkan petani sesuai dengan kebutuhannya, ada yang meminjam sebesar Rp10 juta pero rang ada pula di atasnya, tergantung saja dari kebutuhannya. Dana ini bergulir terus dari delapan kelompok tani yang ada di gapoktan Lapatong,” katanya.

Lanjut dia mengungkapkan petani yang meminjam dana tidak boleh dikenakan bunga di atas bunga bank.
Selain itu, dana pinjaman harus dikembalikan ke gapoktan, karena banyak kelompok tani lain yang membutuhkan. “Makanya harus bergulir terus” tuturnya.

Hal senada diungkapkan anggota Gapoktan Biru Sejati, Aidiwijaya Annur menyayangkan adanya pembayaran pada acara tudang sipulung yang dilaksanakan pihak ketiga tersebut.
“Sebaiknya tidak perlu ada pembyaran, supaya semua kelompok tani bisa mengikuti sosialisasi tersebut. Apalagi ini lembaga swadaya masyarakat yang melaksanakan, jadi sebaik-nya membantu masyarakat, tidak perlu lagi ada pembayaran sebesar Rp500 ribu perorang, tutur Aidiwijaya.

Karenanya dia belum bisa memastikan pihaknya ikut dalam kegiatan tersebut. “Makanya kami akan koordinasi bersama dengan ketua gapoktan dengan anggota lainya. Karena harus ada yang dibayar, seandainya tidak ada yang dibayar, maka tidak perlu lagi ada koordinasi. Karena pasti kelompok tani akan mengikuti semua kegiatan itu,” kunci dia.

To Top