Gara-gara Gelar Andi, Kakak Beradik Pindah Sekolah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Gara-gara Gelar Andi, Kakak Beradik Pindah Sekolah

ilustrasi

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Gelar kebangsawanan Andi masih dipegang teguh sebagian masyarakat di Bumi Arung Palakka.
Demikian pula, dengan Kepala SD Negeri 134 Sappewali Kecamatan Ulaweng, Hj Andi Bungawaru data dua anak didiknya hanya gara-gara menambahkan gelar Andi pada namanya saat menyetor data untuk pengisian data pokok pendidikan (Dapodik) sekolah, Rabu 19 Oktober lalu. Kepala sekolah menolak data Andi Fadil dan Andi Farel karena dinilai orangtuanya bukan dari kalangan bangsawan, sehingga tak pantas menyandang gelar Andi.

Salah seorang kerabat orang-tua murid dimaksud, Kamal kepada RADAR BONE mengaku dua murid SD Negeri 134 Sappewalie itu tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah dengan alasan yang tidak jelas. “Sesuai dengan informasi dari pihak orangtua siswa, bahwa anaknya dikeluarkan dari sekolah hanya karena persoalan nama,” ungkapnya.

Nama Andi yang melekat kepada kedua anak tersebut, kata Kamal, dinilai tidak pantas disandang keduanya. Keduanya dianggap bukan keturunan Arung (Bangsawan Bugis), sehingga tidak pantas menggunakan kata Andi di depan nama mereka. “Hanya persoalan Andi mereka dikeluarkan di sekolah tersebut,” beber Kamal.

Kamal pun sangat menyayangkan sikap Kepala SD Nege-ri 143 Sappewalie. Pasalnya, kata Kamal, gelar Andi yang disandang kedua murid tersebut tidak salah, karena orangtuanya bergelar Andi. “Nama orangtua siswa tersebut adalah Andi Kamaruddin. Sehingga wajarlah ketika anaknya juga dinamakan Andi karena ayahnya juga Andi. Bukan cuma itu saja, Akta Kelahiran dan KK yang dikeluarkan oleh Capil sebelum kedua siswa bersaudara ini sekolah tidak ada yang bermasalah,” paparnya.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Ulaweng Hj Maryati Hafid yang dikonfirmasi RADAR BONE, Minggu, 23 Oktober kemarin membenarkan hal tersebut. Bahkan dia mengakui dirinya telah bergerak cepat menyikapi persoalan tersebut dengan membawa kepala sekolah dan orangtua murid menghadap ke camat. “Saya sudah hadapkan kepala sekolah, bersama orangtua siswa yang bersangkutan ke camat. Dan kepala SDN 143 Sappewali Hj. Andi Bungawaru juga telah meminta maaf atas kesalahannya tersebut,” ungkap Maryati.

Mengenai murid yang telah ditolak datanya pihak sekolah, lanjut Maryati kini telah pindah sekolah ke SDI 12/79 Lamakkaraseng. Sekolah yang berlokasi tak jauh dari sekolah sebelumnya. Orangtua kedua murid itu, kata Maryati yang meminta anak pindah sekolah. “Andi Kamaruddin lebih memilih menyekolahkan anaknya di sana (SDI 12/79 La-makkaraseng) daripada di SDN 143 Sappewalie. Karena ia merasa telah direndahkan, meski pun ia telah memaafkan Kepala SDN 143 Sappewali atas perlakuannya terhadap ke anaknya,” tuturnya.

Selaku Kepala UPTD Pendidikan, Maryarti juga sangat menyayangkan sikap Kepala SDN 143 Sappewalie yang meng-hubungkan persoalan kebangsawanan dengan urusan sekolah.  “Saya sudah tegur kepala sekolah yang bersangkutan. Dan saya sudah berikan pe-ringatan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya tersebut. Karena ini sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Kepala SD Negeri 134 Sappewali Dra Hj Andi Bungawaru melalui suaminya Andi Budiamin membantah telah mengeluarkan kedua muridnya tersebut hanya karena persoalan gelar Andi.

“Jadi kami tidak keluarkan hanya karena persoalan namanya Andi. Cuma memang kami memperta-nyakan kenapa kedua anak ini tiba-tiba namanya ada gelar Andinya, sedangkan diketahui bahwa garis keturunannya bukan bangsawan,” ungkap Budiamin saat dihubungi RADAR BONE melalui sambungan telepon, kemarin.

Budiamin mewakili istrinya memberi konfirmasi karena diakui istrinya sedang keluar. Namun dalam percakapan via telepon tersebut, terdengar Budiamin sesekali setengah berteriak bertanya kepada seorang wanita yang dipanggil mami setiap kali hendak menjawab pertanyaan yang diajukan RADAR BONE.

Kembali ke gelar Andi, lebih jauh Budiamin menjelaskan, gelar Andi, kata dia merupakan bentuk penghargaan kepada kalangan bangsawan, maka dari itu pihaknya tak bersedia mau menginput nama siswa tersebut karena menggunakan gelar Andi di depan nama.  “Istri saya mengambil tindakan itu, karena kita merasa ia telah mempermainkan adat istiadat. Karena semua orang tahu bahwa dia (Kedua murid) bukan bangsawan,” tandasnya.

*ASKAR SYAM

To Top