Gelapkan Uang Arisan Rp2,5 Miliar, Pasutri Diringkus Polisi – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Gelapkan Uang Arisan Rp2,5 Miliar, Pasutri Diringkus Polisi

Pasutri Ar dan Yl warga Pajalesang Cabenge yang diringkus tim Kalong Polres Soppeng di Bungoro Pangkep atas laporan korban penipuan penggelapan dana arisan sekitar 500 orang sebesar Rp2,5 milIar

PENULIS: MUH SUMARDY

RADARBONE.CO.ID, WATANSOPPENG,– Setelah hampir satu bulan kabur, menyusul puluhan korban arisan mendatangi Mapolres Soppeng melaporkan modus penipuan dan penggelapan dana berkedok arisan, Tim Kalong Polres Soppeng akhirnya meringkus Pasangan Suami Isteri (Pasutri ) AR (43) bersama isterinya YL (40).

“Pasutri warga Pajalesang Cabenge Kecamatan Lilirilau tersebut diringkus di salahsatu penginapan di Jln Sultan Hasaniddin Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep Kamis 03 Januari 2019,”jelas Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujiyanto Dwi Poernomo SH S,Ik.

Hasil pemeriksaan awal Pasutri tersebut diduga kuat melakukan penggelapan dana arisan di Cabenge yang merugikan sekitar 500 warga dengan uang arisansekitar Rp2,5 miliar.
Keduanya diamankan bersama barang bukti bola bola arisan, buku catatan dan ditetapkan sebagai tersangka serta langsung ditahan.

Disebutkan kedua Pasutri dalam modus berkedok arisan menggunakan peserta fiktif sehingga saat dilakukan undian mayoritas nama peserta fiktif tersebut yang naik.
Kedok AR akhirnya terkuak setelah sejumlah anggota arisan mulai curiga bahwa nama yang selalu naik tersebut adalah peserta fiktif.

“Merasa dirugikan mereka ramai ramai melaporkan ke Polisi kedua Pasutri yang diduga kuat melakukan tindak Pidana dan melanggar UU Penipuan dan Penggelapan dengan ancamam hukuman empat tahun penjara,” jelas AKP Rujiyanto.

Keterangan yang berhasil dihimpun RADAR BONE puluhan korban yang pada umumnya pedagang di pasar Cabenge saat mendatangi Mapolres Soppeng, Jumat 07 Desember 2018 lalu. Ar alias Ifin membentuk kelompok arisan masing masing Rp100 ribu perorang setiap hari pasar Cabenge yaitu Senin dan Jumat.

Awalnya memang bagus arisan berjalan lancar dan sejumlah peserta sudah naik namanya, nanti beberapa bulan terakhir justru nama yang naik ternyata peserta fiktif dan akhirnya macet ungkap seorang korban yang enggan ditulis jatidirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top