Gila Hormat, Kubu IYL-Cakka Serang Rival Hanya Karena Yel-yel – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Gila Hormat, Kubu IYL-Cakka Serang Rival Hanya Karena Yel-yel

RADARBONE.CO.ID_Jakarta — Lempar batu sembunyi tangan. Peribahasa itu layak disematkan untuk kubu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Mereka melakukan aksi premanisme dengan menyerang mahasiswa asal Sulsel pendukung NH-Aziz di Jakarta, usai debat publik III di luar Studio TVRI, Kamis (9/5) malam.

Itu semua diduga hanya karena tersinggung dengan yel-yel NH-Aziz yang memang sangat dominan.

Yang mengejutkan, bukannya meminta maaf, kubu IYL-Cakka malah seolah ingin memutarbalikkan fakta dengan menuduh pendukung NH-Aziz yang memulai. Pihak Punggawa Macakka-sebutan IYL-Cakka, menuding pendukung NH-Aziz yang mengawali keributan dengan berteriak-teriak. Padahal, kubu NH-Aziz sebatas melakukan yel-yel atas euforia keunggulan permorfa pada debat pamungkas.

“Teman-teman hanya melakukan yel-yel dukungan untuk NH-Aziz. Tiba-tiba ada pendukung IYL-Cakka yang menyerang, entah apa masalahnya. Kalau disebut kami teriak-teriak, itu cuma yel-yel dukungan dan wajar kok, tidak usah baper dan gunakan kekerasan,” ucap Arfan, salah seorang mahasiswa asal Sulsel di Jakarta, yang turut mengawal NH-Aziz pada debat pamungkas Pilgub Sulsel.

“Yang namanya pendukung, apa salah kalau melakukan yel-yel. Toh, kalau pendukung kandidat lain melakukan hal serupa, kami tidak mengusik apalagi baper, lalu pakai kekerasan,” sambung mahasiswa STIE Hidayatullah ini.

Arfan sangat menyayangkan aksi premanisme terjadi pada tahapan Pilgub Sulsel 2018. Kata dia, cara-cara intimidasi seperti itu sangat bertentangan dengan harapan mewujudkan pilkada damai. Harusnya kandidat dan pendukung dapat saling menghormati. Jangan malah gila hormat, hanya karena kandidatnya mau lewat, lantas pendukung kandidat lain harus dibungkam.

Aksi premanisme pasca-debat pamungkas semalam hanya memperjelas ketidakdewasaan kubu IYL-Cakka. Tidak semestinya pendukung pasangan nomor urut empat memaksakan kehendak menyuruh pendukung kandidat lain diam tatkala jagoannya melintas. Toh, pendukung IYL-Cakka malah melakukan itu dalam berbagai kesempatan.

“Harus berpikir lebih dewasa menghadapi Pilgub Sulsel. Jangan memaksakan kehendak dong. Pilihan boleh berbeda, tapi ya mari menjaga kebersamaan, bukan malah melakukan tindakan kekerasan,” pungkas Arfan. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top