Giliran Disdik Tak Siap – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Giliran Disdik Tak Siap

Rencana Penerapan Lima Hari Sekolah

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Meski penerapan program lima hari sekolah sudah di depan mata. Namun, sejauh ini belum ada persiapan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Bahkan, disdik terkesan tak siap melaksanakan program yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi tersebut.

Progam lima hari sekolah yang dicanangkan kemendikbud akan mulai diterapkan Juli tahun ajaran 2017/2018. Artinya, bulan depan, program yang populer dengan nama Full Day School tersebut akan berlaku secara nasional, tidak terkecuali di daerah ini. Lalu, sejauhmana persiapan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan menyambut program baru tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs Nursalam, MPd yang dikonfirmasi RADAR BONE, Selasa, 13 Juni kemarin mengaku belum bisa bertindak sepanjang regulasi mengenai lima hari sekolah belum diterima. “Sampai sejauh ini, regulasi mengenai lima hari sekolah belum kami terima, maka untuk menindaklanjuti kebijakan itu, kami dari pihak disdik belum bisa berbuat,” ungkapnya.

Nursalam juga cukup pesimis menanggapi penerapan program lima hari sekolah tersebut. Nursalam mengatakan sebaiknya program lima hari sekolah tidak diberlakukan secara menyeluruh hingga ke daerah. Terkhusus di Kabupaten Bone, kata dia guru dan siswa akan terbebani secara mental. Karenanya, memerlukan waktu penyesuian untuk penerapannya. “Mengajar di pagi hari, beda dengan mengajar pada sore hari. Begitupun juga dengan siswa, beda daya tangkapnya saat belajar di pagi hari dan belajar di sore hari,” kata Nursalam.

Tak hanya itu, sarana dan prasarana sekolah juga tak mendukung. Diakui Nursalam masih banyak sekolah yang kekurangan kelas, sehingga mengharuskan pembagian kelas, yakni pagi dan sore.

Kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) juga belum bergerak menyambut program lima hari sekolah. Sejauh ini, belum ada pemetaan mengenai sekolah yang berpotensi maupun tidak ikut program lima hari sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kabupaten Bone Kamise, SPd, MPd menyatakan siap melaksanakan program lima hari sekolah. Hanya saja, sejauh ini belum ada langkah-langkah persiapan yang dilakukan.

“Penerapan lima hari sekolah yang dicanangkan oleh kementerian dalam waktu dekat kita akan bicarakan. Karena biar bagaimana pun itu adalah aturan dari kementerian, maka secara otomatis sekolah harus menyesuaikan. Intinya nanti kami akan bicarakan dengan teman-teman kepala sekolah, termasuk juga dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone,” imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah kepala sekolah juga menyatakan belum siap menerapkan program lima hari sekolah tersebut. Alasan yang mengemuka atas penolakan ini adalah ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah. Mulai dari kelas yang terbatas, hingga ketersediaan kantin sekolah yang tidak memadai.

Kepala SDN 22 Jeppee Juraeje, SPd, MPd menegaskan pihaknya belum bisa menerapkan program lima hari sekolah. Pasalnya, sekolah yang dipimpin saat ini menerapkan kelas dobel shift. “Kalau itu diterapkan, tentu kami akan mengalami kendala. Karena di sekolah kami itu diterapkan kelas dobel shift. Ada siswa yang masuk pagi dan ada yang masuk siang,” bebernya. Diakui Juraeje, terpaksa menerapkan dobel shift, karena kelas terbatas.

*

To Top