Gubernur Sulsel Jamu Saudagar Bugis Makassar – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Gubernur Sulsel Jamu Saudagar Bugis Makassar

RADARBONE.CO.ID_MAKASSAR–Gubernur Sulawesei Selatan (Sulsel), Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, menjamu peserta Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel Jalan Jend, Sudirman Makassar, Jumat malam 30 Juni 2017.

Tokoh Saudagar Bugis Makassar yang hadir diantaranya, Wakil Presiden RI,HM Jusuf Kalla dan CEO Fajar Group, HM Alwi Hamu.

Di depan para peserta PSBM XVII, Syahrul banyak bercerita tentang potensi ekonomi di Sulsel yang bisa dimanfaatkan oleh para Saudagar Bugis-Makassar yang telah berhasil di tanah rantau.

“Pak JK (Jusuf Kalla) tinggalkan posisi Wakil Presiden untuk hadir di sini. Jadi yang hadir bukan Wapres, tapi murni JK. Itu merupakan ciri dan karakter orang Bugis-Makassar. Jabatan tersebut dapat setiap saat ditinggalkan,” ujar Syahrul.

Hal tersebut menurut Syahrul merupakan karakter yang harus diwariskan dan peserta diharapkan hadir setiap tahun sebagai ajang silaturrahmi.

“Saya mewakili Pemprov Sulsel dan 9 juta masyarakat Sulsel, menyampaikan selamat pulang kampung. Peserta tahun ini semakin banyak dari tahun lalu. Artinya, makin banyak yang pulang kampung, maka kehidupan orang Sulsel semakin baik di mana saja,” tambahnya.

Peserta yang hadir, tambahnya, dengan tidak membawa status. Di mana semua peserta memiliki rasa persaudaraan. Jabatan, posisi, partai dan politik hanya merupakan embel-embel dan memegang teguh prinsip masyarakat Sulsel Sipatuo Sipatokkong.

“Kita hadir karena kita peduli satu sama lain. Kita tidak akan senang jika saudara terdzalimi. Sesama kita tulus, ikhlas, jujur dan baik. Dan pak JK perlihatkan karakter tersebut,”paparnya.

Suku Bugis Makassar dianggap SYL sebagai pilar Indonesia dan memegang peran penting dalam sejarah. Selama 6 bulan, WR Supratman merumuskan lagu Indonesia Raya di Sulawesi, selain itu kemerdekaan Indonesia diraih dengan tangan-tangan Bugis Makassar di dalamnya.

“Selama ramadhan, penumpang yang turun pesawat mencapai 58 ribu penumpang, nilai uang yang beredar Rp 5,8 triliun. Ekonomi Sulsel tertinggi secara nasional dengan menghasilkan Rp3,4 triliun dari padi, Rp. 3,4 triliun dari rumput laut, dan Rp. 2 triliun dari jagung. Ini merupakan hasil pikiran kita semua,” papar Syahrul.

Syahrul menganggap perantau Sulsel bukan karena tidak memiliki tempat di daerah sendiri, akan tetapi ingin menjadi pionir di daerah orang lain.

Membangun daerah baru dari semangat Siri’ na Pacce yang dimiliki. Terbukti dengan di Sulsel sendiri, memiliki 217 prestasi secara nasional, 64 prestasi rekor Nasional dan 6 prestasi rekor internasional.

“Sebelum kembali ke daerah masing-masing, saya harap kita melihat apa yang kurang di kampung halaman kita dan bersama-sama memperbaikinya. Mari kita jaga sinergitas dan kebersamaan kita,”pungkasnya.

*

Click to comment
To Top