Gunakan Joki, Peserta Ujian Paket C di Bone, Didiskualifikasi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Gunakan Joki, Peserta Ujian Paket C di Bone, Didiskualifikasi

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID-WATAMPONE–Pelaksanaan ujian kesetaraan paket C tahun ini tercoreng. Salah satu peserta memanfaatkan jasa seorang mahasiswa untuk menjadi joki, menggantikan dirinya mengerjakan soal-soal ujian.

Ruang VI SD Negeri 11 Watampone yang menjadi tempat pelaksanaan ujian paket C, Sabtu, 22 April lalu mendadak heboh. Betapa tidak, seorang pesertanya ternyata bukan peserta paket C atau binaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melainkan dia adalah seorang mahasiswa S2 di salah satu sekolah tinggi kenamaan di daerah ini.

Sesungguhnya, bukan kali ini mahasiswa berinisial AS ini mengikuti ujian paket C. Pada ujian pertama yang digelar pekan lalu, dia berhasil lolos mengecoh panitia. Namun dari hasil pemberitaan RADAR BONE, yang mengungkapnya adanya dugaan praktik joki dalam ujian paket C kali ini disikapi panitia. Hasilnya, benar saja, seorang peserta yang berasal dari PKBM Mattiro Deceng bernama Basri memanfaatkan jasa mahasiswa S2 untuk mengerjakan soal-soal ujian.

Kasi kesetaraan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Asis, SPd mengatakan pihaknya telah menginterogasi pelaku joki dan mengakui perbuatannya. Menurut Asis, sang joki nekat beraksi demi membantu peserta bernama Basri yang diakui sebagai pamannya.

“Peserta yang terbukti joki tersebut kami telah keluarkan pada saat hari ketiga pelaksanaan ujian dan dinyatan gugur dalam mengikuti ujian karena dalam aturan pelaksanaan ujian memang tidak boleh diwakili, dan itu merupakan pelanggaran hukum,” tegas Asis.

Asis menyalahkan pihak PKBM yang dianggap lalai mengontrol pesertanya. “Dengan adanya penemuan joki ini, saya rasa kelalaian dari pihak PKBM yang bersangkutan, karena harusnya dia mengenali semua pesertanya sebelum mengikuti ujian,” bebernya.

Asis juga menyampaikan terima kasih kepada media yang telah melansir dugaan perjokian pada ujian paket C.
“Saya rasa ini langkah yang cocok diambil wartawan, karena berkat adanya pemberitaan kami bisa mengetahui bahwa ada joki seandainya tidak ada pemberitaan mana mungkin kami mengetahui adanya joki tersebut,” jelasnya.

Salah seorang panitia penyelenggara ujian, Kartini membenarkan bahwa peserta yang diketahui sebagai joki tersebut sudah dikeluarkan dan dinyatakan gugur. “Peserta yang terbukti joki itu sudah dikeluarkan tadi, sebelum ujian dimulai karena memang terbukti sebagai joki. Namun saya salut kepada dia karena langsung mengakui bahwa dia joki dengan alasan mewakili om-nya atas nama Basri untuk perbaikan nasib.

Dia berinisiatif sebagai joki dengan alasan bahwa om-nya itu sudah tidak bisa mengikuti ujian akibat penglihatannya sudah terganggu,” tambahnya. Kartini berjanji akan memperketat pengawasan pada ujian selanjutnya.
“Untuk pelaksanaan ujian berikutnya, kami akan memperhatikan peserta ujian secara jeli, kalau perlu peserta harus menyertakan poto kopi KTP-nya dengan kartu ujiannya, sehingga kami bisa mencocokkan namanya dan kejadian ini dianggap peringatan bagi kami sebagai pihak panitia,” kunci Kartini.

*

To Top