Hanya IYL Tak Melayat Maddusila, Tokoh Pemuda Gowa: Antara Mate Siri’ na Siri’-siri’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Hanya IYL Tak Melayat Maddusila, Tokoh Pemuda Gowa: Antara Mate Siri’ na Siri’-siri’

RADARBONE.CO.ID-Wafatnya Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Karaeng Nyonri membekaskan duka mendalam bagi banyak orang, Minggu (10/6). Termasuk pula oleh kandidat Gubernur Sulsel.

Tiga calon Gubernur Sulsel pun hadir melayat dan mendoakan langsung Andi Maddusila di tempat bersemayam terakhir sebelum dimakamkan di kompleks Raja Gowa, Selasa (12/6). Ketiganya ialah Agus Arifin Nu’mang, Nurdin Halid, dan Nurdin Abdullah.

Adapun Ichsan Yasin Limpo yang pernah menjabat sebagai Bupati Gowa dua periode tak tampak melayat ke Balla Lompoa, tempat bersemayam Andi Maddusila sebelum dimakamkan. Begitu pula dengan putra IYL, Adnan Purichta IYL yang kini meneruskan trah Yasin Limpo sebagai Bupati Gowa.

Salah satu tokoh pemuda Gowa, Muallim Bahar mengungkapkan, ketidakhadiran IYL melayat Andi Maddusila mengundang tanda tanya. Sebab, ulang dia, IYL pernah menjabat sebagai bupati di Gowa selama dua periode dan pernah rival dalam Pilkada.

“Ketidakhadiran IYL melayat di kematian Raja Gowa ini sangat mengundang tanya antara siri’-siri’ atau mate siri karena tena paccena sesama orang Gowa,” ujarnya.

Muallim menjelaskan, perbedaan pandangan dan sikap politis seharusnya bukan lagi menjadi persoalan. Melainkan, ujar dia, sikap kearifan lokal sebagai pria Bugis-Makassar perlu ditonjolkan. Menurutnya, sikap siri-siri, mate siri’, dan sipappaccei adalah pesan yang harus dipegang sebagai rakyat Gowa yang menunjung tinggi adat dan budaya.

“Bukan hal politis untuk memandang penghargaan sipakatau dan sipappaccei yang seharusnya diperlihatkan oleh bapak IYL. Belum lagi termasuk anaknya yang menjabat sebagai Bupati Gowa tidak hadir pada upacara pemakaman Raja Gowa,” bebernya.

Apalagi, seperti diketahui, ribuan rakyat Gowa hadir berkerumun. Sebagian besar rakyat Gowa begitu merasa kehilangan atas wafatnya tokoh yang selama ini memperjuangkan adat dan budaya Gowa .

Namun, Muallim mengenang kembali, kebijakan Perda LAD Gowa di masa kepemimpinan putra IYL, Adnan Purcihta IYL sebagai bupati sempat menuai konflik dengan pihak kerajaan. Sebah, isi Perda LAD Gowa menasbihkan putra IYL yang merupakan bupati, Adnan Purichta Yasin Limpo sebagai Sombayya ri Gowa (Raja Gowa). Bahkan, Maddusila dan pihak kerajaan harus angkat kaki dari Balla Lompoa.

“Mungkin inilah penyebabnya karena Perda tersebut sangatlah meresahkan, khususnya masyarakat adat Gowa dan masyarakat Gowa secara umum yang tahu sejarah,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top