Harga Elpiji Melon di Bone Melejit – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Harga Elpiji Melon di Bone Melejit

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Elpiji melon kembali langka. Kelangkaan elpiji 3 kg tersebut memicu kenaikan harga yang cukup signifikan. Saat ini, harga elpiji hijau ini sudah menembus harga Rp22 ribu pertabung.
Informasi yang dihimpun RADAR BONE, lonjakan harga elpiji 3 kg tersebut terjadi sejak lebaran Idul Fitri 1438 H lalu.

“Saya membeli elpiji dengan harga Rp22 ribu di pengecer, karena tidak ada yang bisa kami beli mengingat juga stoknya sangat sedikit jadi kami beli saja,” kata Nurming.

Hal senada juga diakui ibu rumah tangga lainnya, Dian. Wanita muda ini mengaku sempat berkeliling dalam kota, tapi sulit mendapatkan elpiji 3 kg.

“Mungkin karena susah di dapat jadi akibatnya juga harganya naik,” bebernya.
Dinas Perindustrian Kabupaten Bone melalui Kasi Panas Bumi, Meriani ST mengatakan kenaikan harga dipicu libur lebaran yang cukup panjang.

“Kalau ada kenaikan harga dan kelangkaan ini dipengaruhi dengan adanya hari libur dan juga ketika ada warga yang membeli sampai Rp22 ribu dikarenakan itu membeli di pengecer, karena biasanya pengecer membeli di pengecer juga dan akhirnya dijual ke masyarakat dengan harga yang tinggi pula, karena mereka semua ingin mendapatkan keuntungan, akan tetapi kalau membeli di agen tidak sampai segitu harganya,” jelasnya.

Meriani berjanji segera turun melakukan survei untuk memastikan ketersediaan stok elpiji di daerah ini.
“Ketika ada laporan dari masyarakat kami akan turun ke lokasi, tapi sampai saat ini belum ada laporan sama sekali. Kalau pun kami turun ke lokasi kami hanya sampai pada agennya saja,” imbuhnya.
Harga elpiji yang menembus kisaran Rp20 ribu sampai Rp22 ribu melampaui Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan HET elpiji 3 kg sebesar Rp15.500 dari sebelumnya Rp12.750. Penetapan ini berlaku per Januari 2015 yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub). HET Rp15.500 itu berlaku di tingkat agen atau pangkalan yang berjarak 60 kilometer (km) dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), jika melewati radius itu, maka harga baru menyesuaikan biaya transportasi.
Namun demikian, fakta di lapangan kenaikan harga elpiji 3 kg justru terjadi di wilayah kota yang notabene cuma berjarak sekira 17 km dari SPBE yang berpusat di Ulaweng.

 

To Top