Harga Tabung Melon Melejit – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Harga Tabung Melon Melejit

Sejumlah pekerja di salah satu pangkalan elpiji disibukkan kegiatan bongkar muat. Harga elpiji hijau saat ini melejit menyusul terjadinya kelangkaan

PENULIS  : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Seiring terjadinya kelang-kaan elpiji 3 kg, harga elpiji bersubsidi itu pun melambung.  Jika sebelumnya, konsumen bisa mendapatkan elpiji hijau di kisaran Rp15 ribu sampai Rp17 ribu. Kini harganya sudah me-nembus Rp20 ribu.
“Sebelumnya, kita masih bisa dapat Rp15 ribu sampai Rp17 ribu. Sekarang harganya sudah mencapai Rp20 ribu.
Bisa-bisa ini harganya naik lagi karena sudah didapat,” tutur Mia, seorang ibu rumah tangga asal Bajoe. Bahkan, kata ibu empat anak, warga rela ke kota demi mendapatkan elpiji 3 kg. “Kemarin tetangga di sini, ke Bone (Kota Watampone) untuk membeli elpiji 3 kg,” beber Mia.

Mia berharap pemerintah segera turun, sebelum harga elpiji makin menggila.
“Pemerintah harus turun tangan antisipasi kenaikan harga elpiji. Ini kan disubsidi peme-rintah, tapi harga makin naik, ya sama saja,” harapnya.
Tak hanya konsumen yang berburu elpiji 3 kg tersebut. Tapi kalangan pengecer juga tak mau ketinggalan. “Ini saya cuma dikasi tujuh tabung dari toko,” kata Yus, salah seorang pengecer di Jl Yos Sudarso.

Yus mengatakan saat ini dirinya menjual elpiji ke konsumen seharga Rp20 ribu. Sebelumnya, kata dia masih sempat dijual Rp17 ribu. “Sekarang terpaksa kita jual Rp20 ribu karena modalnya Rp17 ribu. Dulu kita jual Rp17 ribu karena modalnya cuma Rp15 ribu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Gas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bone, H Hasbullah yang dikonfirmasi RADAR BONE, Kamis 16 September lalu mengatakan sebenarnya tidak terjadi ke-langkaan. Melainkan permintaan yang meningkat. Dari hasil pantauannya, kata dia elpiji sulit ditemui sejak lima hari sebelum lebaran Idul Fitri dan berlangsung hingga saat ini. “Tapi itu sebenarnya tidak langka, hanya saja permintaan semakin bertambah, sementara kuota tidak bertambah. Makanya itu yang membuat terkadang ibu rumah tangga kesulitan mendapatkan,” jelas Hasbullah.

Lanjut Hasbullah, pasokan dari seluruh agen tetap lancar. Namun permintaan yang tinggi pasca pembagian elpiji bersubsidi membuat kelangkaan terjadi.
“Pasokan elpiji tetap ada yang masuk setiap hari ke delapan agen di kabupaten Bone. Jumlah kendaraan yang masuk ke agen rata-rata tiga truk per hari dengan jumlah elpiji kurang lebih 500 tabung dalam satu truk. Hanya saja sekarang permintaan semakin bertambah. Jadi, selama ada bantuan tabung elpiji yang diberikan kepada warga, maka lebih banyak pula permintaan,” bebernya.

*ASKAR SYAM

To Top